Wednesday, November 11, 2020

Sejarah dan Fakta tentang Sambal di Indonesia


dok.pribadi

Bagi sebagian besar orang,  sambal adalah teman makan nasi yang bisa menambah selera makan. Ini karena cita rasanya yang pedas, yang berasal dari penggunaan bahan dasarnya yaitu cabai. Tidak hanya itu, berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang berkaitan dengan sambal terutama di negeri tercinta kita ini.

Fakta yang Pertama

Di Indonesia, telah dikenal lebih dari  ratusan macam sambal. Hal Ini dikarenakan,  setiap daerah di negara ini memang memiliki sambal dengan cirinya khasnya masing-masing.

Seperti di Jawa Barat misalnya, di sini kamu bisa menemukan berbagai macam jenis sambal, seperti sambal goang, sambal oncom, sambal tomat hijau, sambal kencur, dan masih banyak lagi.

Sementara di Jawa Timur, kamu pasti mengenal sambal bajak, sambal pecel, atau sambal tempong yang asli Banyumas.

Kemudian bila kamu berkunjung ke Makassar, kamu pasti akan menemui sambal dabu-dabu. Sambal ambaring, hingga sambal terasi khas Makassar yang dimakan khusus dengan pisang peppe.

Itu dia sedikit contoh sambal yang bisa kamu ketahui, semantara jika kamu berkunjung Ke wilayah lainnya di seluruh penjuru negeri ini, dijamin kamu juga akan menemukan jenis sambal menarik lainnya.

Fakta yang Kedua

Dari sekian ratusan jenis sambal yang ada di negeri ini, nyatanya. Sambal bukanlah makanan asli Indonesia.

Seorang sejarawan kuliner, Fadly Raman mengatakan bahwa pada zaman prasasti kuno, makanan pedas ini telah dikenal di Indonesia. Namun rasa pedas yang dihasilkan, bukanlah berasal dari cabai. Jahe adalah penyebabnya.

Kemudian selain jahe, bahan untuk memedaskan sambalpun berkembang. dengan penggunaan cabai jawa atau Java Long Pepper. Tanaman yang menyerupai cabai ini merupakan tanaman obat yang memiliki rasa pedas yang tidak terlalu menyengat atau panas, dan sekilas rasanya mirip dengan lada hitam.

Selain jahe dan cabai jawa, sambal pada jaman prasasti juga menggunakan andaliman. Andaliman sendiri merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak ditemui di daerah Sumatera Utara. Aromanya seperti buah jeruk namun memiliki cita rasa pedas. Karenanya andaliman juga dikenal sebagai merica batak.

Fakta yang Ketiga

Dari segi bahan dasar, sambal di Indonesia akhirnya mengalami perubahan. Ini terjadi di sekitar abad ke 16 Masehi. Di mana kala itu bangsa Portugislah yang membawa tanaman cabai ke Indonesia.

Cabai sendiri, dianggap berasal dari Meksiko atau Peru, baru kemudian menyebar ke daratan Eropa, kemudian ke Hindia, dan baru kembali lagi ke Eropa.

Bahkan di Meksiko sendiri, ada lebih dari 100 macam jenis cabai. Namun dari sekian banyak jenisnya, yang terkenal ada sekitar 12 jenis. Yang terdiri dari cabai pedas dan cabai manis.

Cabai manis di sini bukan berarti cabainya terasa seperti gula, namun kadar pedasnya tidak terlalu pedas, bila dibandingkan dengan cabai pedas. Di mana ketentuan kadar pedas atau tidaknya sebuah cabai akan ditentukan dalam satuan SHU atau Scoville Heat Unit. Dan ukuran minimal kepedasan cabai itu minimal di 480.000 SHU.

Terlepas dari asal usul cabai yang berasal dari Portugis, terdapat fakta lain yang juga mengatakan. Bahwa cabai merupakan makanan yang sudah diperjual belikan di masa Jawa Kuno. Fakta ini disebutkan oleh seorang Arkelog, Titi Surti Nastiti, dalam bukunya yang berjudul Pasar di Jawa Mataram Kuno, Abad ke 7 hingga 14.

Yang menyatakan bahwa terdapat teks Ramayana yang menyebutkan perihal cabai yang telah dikenal sejak abad ke 10.


Fakta yang Terakhir

Pada zaman kolonial Belanda dulu, asisten rumah tangga yang pandai membuat sambal, merupakan pekerja yang akan mendapatkan gaji paling tinggi dan mahal.

Kepopulerannya sendiri, tidak terlepas dari ahli kuliner yang cukup berpengaruh pada masa itu, yaitu Catenius Van der Meijen. Perempuan bangsawan tersebut ditemani oleh asistennya akan bertugas menyiapkan aneka hidangan bagi seluruh anggota keluarga. Ia sangat ahli membuat sambal dan mampu membuat beraneka macam jenis sambal.

Ini pula yang akhirnya membuat Catenius mengumpulkan semua resep sambalnya kemudian dibukukan.

Dan berikut ini adalah jenis sambal yang pernah dibuatnya, bahkan beberapa nama sambal terkenal hingga saat ini, meskipun mungkin telah mengalami modifikasi.

Sambal tersebut adalah, Sambal ulek (oeloek), sambal telur, sambal serdadoe, sambal banjak, samba brandal, dan masih banyak lagi jenis sambal lainnya.

Itu dia beberapa fakta tentang sambal di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Semuanya sangat menarik bukan? Dan dari sekian banyak jenis sambal yang ada, manakah jenis sambal yang paling kamu sukai? Jangan lupa, sesuaikan rasa pedasnya agar tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuhmu.





Sampai ketemu lagi, Assalamualaikum.

 

 

 

 

Sunday, July 5, 2020

Tidak Hanya Membuat Makanan Jadi Sedap, Daun Oregano Ternyata Punya Segudang Manfaat

dok. blog.regopantes.com

Aku yakin banget kalau kamu tahu pasti apa itu oregano. Apalagi kalau kamu orang yang suka masak makanan-makanan Italiano. Pasta, pizza dan lain sebagainya pasti masukin bumbu yang satu ini sebagai bahan wajibnya.
Oregano sendiri biasanya digunakan fresh atau yang udah dikeringin. Keduanya sama sedepnya. Cuma kalau di Indonesia sendiri kayaknya memang jarang nemuin herbs ini secara segar kecuali mereka yang memang nanem pohonnya.
Tapi, tahu nggak sih kamu?
Kalau ternyata oregano ini masih punya segudang manfaat lain bahkan lebih dari sekadar dugaan. Cari tahu, yuk! Apa sajakah kelebihannya...

Kaya Nutrisi
Oregano ternyata mengandung banyak nutrisi seperti Kalsium/, Magnesium, Pottasium, Mangan, Vitamin E, Vitamin K dan kaya akan serat.

dok. sehatq.com

Bisa Mencegah Berbagai Macam Penyakit

Daun yang masih satu family dengan daun mint ini juga mengandung bahan aktif beta-caryophyllin serta kalsium yang bisa membantu mengurangi gangguan pada tulang, seperti osteoporosis. Selain itu, daun ini juga memiliki agen antikanker yang bisa mencegah atau memperlambat perkembangan sel kanker.
Nggak cuma itu, si daun wangi yang juga dibikin kapsul ini bisa digunakan buat pengobatan tradisional, kalau kamu mengalami pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan sampai bronkhitis. Kalau kamu juga pernah ngerasain mual berkepanjangan, menghirup aroma daun ini juga bisa menjadi obat yang mujarab.
Kandungan lain dari oregano adalah terdapatnya kandungan asal lemak Omega 3 yang bagus banget buat kesehatan jantung, buat menyeimbangkan kadar kolesterol sampe buat ngejaga kesehatan ginjalnya kamu;. Ada juga penelitian yang mengemukakan bahwa kandungan asam rosmarinat dan timol yang ada di dalamnya bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh, lho! Keren ya!

Antibakteri
Masih ada lagi manfaat oregano yang perlu banget kamu tahu. Kandungan carvacrol alami yang ada di dalam daun ini ternyata memiliki peran sebagai antibakteri juga antiinflamasi yang bisa banget melawan bakteri patogen yang biasanya menjadi biang keladi dari terjadinya keracunan.
Kalau kamu bisa nemuin minyak esensial dari oregano, sebaiknya kamu simpan baik-baik. Karena ternyata, minyak tersebut efektif banget digunakan untuk mengatasi macem-macem infeksi jamur yang bisa kapan aja datang dan menyerang tubuh.

dok.parenting.orami.co.id
Kecantikan
Nah, ini dia nih hang pasti ditunggu banyak perempuan. Berkaitan dengan kecantikan, minyak dari oregano juga bisa digunakan buat mengatasi berbagai masalah kulit, dari mulai kulit berjerawat, kulit kemerahan, bentol, bengkak sampai perihal selulit.
Saking hebatnya daun ini, nggak sedikit produk kosmetik yang pake daun ini karena bisa membantu mencerahkan kulit wajah dan membantu mencegah penuaan dini. Nggak cuma itu, kalau kulit kepala kamu juga berketombe, bisa juga pake minyak essensial oregano untuk nyembuhinnya.

Nah, itu dia beberapa manfaat dari daun oregano yang perlu kamu ketahui. Masih ada satu lagi loh yang perlu kamu tahu, kalau daun ini kamu konsumsi dengan porsi yang cukup bisa banget membantu kamu menurunkan berat badan. Itu karena kandungan carvacrol yang ada dalamnya bisa membantu mencegah penimbunan lemak.
Wah, takjub deh sama daun wangi ini...Kamu coba juga yuk!

Thursday, April 30, 2020

Menjadi Hebat dengan Belajar di Sekolah Leader



30 April 2020 adalah hari ke sebelas atau hari di mana para leader yang tergabung di kelas Sekolah Leader Bacth II melakukan evaluasi.

Evaluasi atas hasil belajarnya selama 10 hari di kelas online yang diselenggarakan Indscript di Telegram. Total peserta yang ada dikelas mencapai 380an orang dan Sekolah Leader ini adalah yang kedua kalinya, setelah sebelumnya kelas serupa diselenggarakan pada awal April 2020.

Kelas ini diperuntukkan untuk mereka yang memang mau jadi atau telah menjadi seorang leader. Leader di sini adalah mereka yang telah memiliki sejumlah partner kerja yang berada di bawahnya karena ia rekrut atau memang meminta sendiri untuk masuk ke dalam timnya.

Sekolah Leader sendiri dibuat untuk memenuhi kebutuhan belajar para leader. Di mana pada setiap sesi kelas tersebut, terdapat sejumlah materi dan juga tugas yang harus diselesaikan oleh para peserta.




Adapun mentor yang mengawal kelas Sekolah Leader adalah perempuan-perempuan hebat yang telah menjadi leader sebelumnya di Indscript. Dan sudah pasti ada peran langsung dari founder Indscript, yaitu Indari Mastuti.


Kemudian berikut ini adalah profile para mentor yang mendampingi selama kelas berlangsung;








Sekolah Leader ini sepertinya akan menjadi kelas reguler yang di selenggarakan Indscript. Belum dapat info sih kapan Bacth III nya akan dimulai. Sementara kalau lihat Bacth I nya sendiri, dimulai di awal april, atau hanya berjarak sekitar 2 mingguan saja.

Materi yang disampaikan setiap hari pada pukul 07.00 WIB menggunakan audio ini memang sarat ilmu. Seperti di hari pertama misalnya;

Baca juga Sekolah Leader Part I di sini

Di hari pertama, peserta diminta untuk mau jujur pada diri sendiri untuk memaparkan apa kelebihan serta kekurangan dirinya sebagai seorang leader. Hal ini sebetulnya cukup berat karena artinya kamu harus benar-benar mau memetakan diri sendiri. Karena seorang leader yang hebat ternyata benar-benar harus tahu bagaimana caranya memoles kelebihan yang ia miliki tanpa merutuki kekurangan yang ia miliki.

Kemudian yang menjadi catatan adalah bahwa "Leadership itu bukan bakat tapi proses". Pastinya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar agar bisa menjadi leader hebat yang dicintai jaringannya. Proses inilah yang kadang atau belum tentu semua orang sanggup melakukannya.

Setelah melakukan penggalian diri di hari pertama, di hari berikutnya para leader mulai masuk ke area jaringannya. Di sini peserta Sekolah Leader harus mau melihat, sebetulnya apa yang membedakan jaringannya dengan jaringan yang lainnya.

Baca juga Sekolah Leader Part II di sini

Di dunia bisnis ini, tidak hanya mereka yang bergelut di MLM (Multi Level Marketing) saja yang memiliki jaringan. Namun mereka yang juga mau bisnisnya berkembang dengan lebih cepat, maka sebaiknya digunakan metode jaringan ini. 

Nah, untuk memikat hati agar orang mau bergabung dengan sebuah tim, di sini pula tugas leader dinanti, karena ia akan memperlihatkan kepada khalayak ramai bahwa dari sebuah bisnis yang sama, bisa terdapat sebuah tim yang bisa menghasilkan omzet yang berbeda karena kemampuan timnya yang juga berbeda. 

Beberapa tugas diberikan kepada para leader untuk diselesaikan pada hari itu juga atau dikemudian harinya, yang kemudian akan di bahas juga dikoreksi oleh para mentor.

Di hari kedua, aku juga menangkap bahwa, "Menjadi seorang leader itu tetap harus bisa dikritik dan tetap mau melakukan evaluasi dan selalu merencanakan ide-ide baru."

dok. Busy.org

Kemudian di hari ketiga,

Baca juga Sekolah Leader Part III, di sini

Para leader diberikan materi tentang bagaimana memenej kepemimpinan. Terdapat beberapa strategi yang harus dilakukan, seperti bagaimana mengembangkan sebuah jaringan, perbaikan jaringan, strategi untuk mencapai target hingga strategi penyempurnaan langkah.

Nyatanya memang banyak strategi yang harus dilakukan, termasuk bagaimana caranya membangunkan jaringan yang tidak produktif alias mati suri. Mengakui bawah jaringannya bermasalah itu juga bukan perkara mudah karena sekali lagi, leader dituntut untuk mau jujur.

Lanjut ke hari keempat, 

Baca juga Sekolah Leader Part IV di sini

Setiap orang bisa saja mengalami stress, begitu juga dengan seorang leader yang justru memiliki kecenderungan stress yang tinggi karena tingginya beban dan tuntutan pekerjaan. 

Mengelola stress juga ternyata butuh beberapa langkah, seperti bagaimana seorang leader mampu meletakkan cara pandang yang tepat pada setiap masalah. Kemudian bagaimana bisa mengatur ulang kebiasaan-kebiasaan yang sebetulnya jika dibiarkan terus, hanya bisa memancing stress. 

Membuat manajemen waktu merupakan to do list yang wajib dibuat seorang leader. 

dok.cleanpng.com

Personal Branding adalah materi selanjutnya yang dipelajari di hari kelima, 24 April 2020.

Personal Branding sama sekali berbeda dengan pencitraan diri yang hanya akan berfokus pada bagaimana caranya memenuhi keinginan orang lain. Personal branding di sini lebih kepada, bagaimana seorang leader mampu menggali setiap keunikan yang dimiliki sehingga akhirnya orang bisa mengenal kelebihan diri.

Baca juga Sekolah Leader Part V di sini

Tugas para peserta Sekolah Leader, Indscript diminta untuk benar-benar menggali, sebetulnya apa yang membuat dirinya serta jaringannya berbeda. Jika belum menemukannya, di sini juga tugas leader kembali di uji.

Dan, pada kelas yang sama di hari berikutnya, materi yang disampaikan adalah mengenai, "Sejauh mana orang mengenalku"

Pada hari tersebut para peserta diminta untuk mulai melakukan riset, untuk mengetahui apakah orang lain mengenalnya, sebagai apa orang mengenalnya kemudian bila dikaitkan dengan produk yang dijual, sudahkah orang lain mengenal produk dan kelebihan produk tersebut, hingga melakukan riset mengapa orang lain akhirnya mau bergabung dengan jaringan yang dibentuknya.

Baca juga Sekolah Leader Part VI di sini

Selanjutnya hari berganti dan masuk di hari ketujuh. Mampu mengelola mood yang kadang naik turun juga sebaiknya dimiliki oleh setiap leader. Mulai dari mengetahui apa penyebab munculnya bad mood, kemudian bagaimana menemukan cara agar mood kembali membaik.

Bagaimanapun juga, sifat sebuah jaringan akan meniru karakter dari leadernya itu sendiri. Leader juga pasti tidak mau jika mood jaringannya buruk yang kemungkinan besar akan berimbas pada merosotnya pendapatan.

Adapun tugas yang harus diselesaikan oleh para leader di hari itu adalah menelaah beberapa hal, seperti apa yang membuat mood menjadi buruk, bagaimana mengubah mood negatif menjadi kembali positif, kemudian menceritakan sebuah kegagalan sekaligus kebijakan yang diambil saat sebuah program kerja tidak berjalan sebagaimana mestinya. dan tugas yang keempat, bagaimana menyikapi sebuah tantangan atau kesulitan yang datang, serta alasan yang membuat ia tidak mau menyerah mengembangkan jaringan yang dikelolanya.



2 Hari menjelang berakhirnya kelas Sekolah Leader yang diselenggarakan di dua kelas di Telegram (Satu khusus materi, satunya lagi khusus untuk diskusi). Materi yang disampaikan oleh mentor Runi Adriyani. Di sini para peserta dibagikan materi berkaitan dengan bagaimana seharusnya seorang leader berbicara terutama di hadapan jaringannya.

Even bisnis yang dijalankan itu online, tapi tidak menutup kemungkinan leader akhirnya akan bertemu dengan jaringannya dan lebih banyak orang lagi dan dituntut untuk bicara di depan mereka. Eh, bahkan online pun masih bisa menjangkau jaringannya dengan membuka kelas online yang disampaikan secara video. Jelas di sini kemampuan leader untuk memperlihatkan skill public speakingnya sangatlah dibutuhkan.

28 April 2020, ini adalah hari ke sembilan di mana kelas Sekolah Leader masih terus berlangsung,

Materi yang disampaikan berkaitan dengan bagaimana membangun semangat pada jaringan yang melemah. Kemudian bagaimana menyampaikan target dengan cara yang juga menyenangkan.

Memotivasi jaringan memang tugas berat lainnya yang harus dipikul seorang leader. Bahkan, leader juga sebaiknya bisa menyentuh setiap orang yang ada di jaringannya secara personal. Tujuannya agar lebih tahu, motivasi apa dari masing-masing pribadi yang membuat mereka mau bergabung dengan dirinya.
Hingga akhirnya leaderpun dituntut lagi melakukan strategi agar jaringannya bisa kembali bangkit dan lebih bersemangat.
Yang menarik, di sini juga ditekankan, bahwa leader itu bisa koq bikin program kerja atau melakukan strategi yang telah disetujui oleh anggota di jaringannya.


Hari kesepuluh Sekolah Leader, 29 April 2020.
Materi yang disampaikan oleh teh Indari dan dilanjut mba Yaya Yanti yang juga leader dari kelas online BOW (Bimbingan Optimasi WA) ini menyampaikan tentang bagaimana membangun antusiasme serta mendesain mimpi.
Setiap leader sebaiknya tetap antusias untuk melakukan berbagai hal baik, seperti belajar, menyusun berbagai strategi dan yang lainnya. Kebiasaan ini pula, yang sekali lagi pasti akan ditiru oleh jaringannya.
Selanjutnya materi yang disampaikan berkaitan dengan mimpi. Impian. Setiap manusia memang sebaiknya tetap memiliki impian dan karena impianlah hidup menjadi lebih bergairah. Dan leader yang baik juga tetap memiliki impian, tidak hanya terkait dirinya namun juga jaringannya.
Merancang mimpi itu mudah karena bermimpi itu memang gratis. Tapi karena gratis itu pula nggak bikin semua orang peduli dengan impiannya. Karena untuk membuktikan impian itu bisa terwujud, ada beberapa tahahaoan yang juga harus dilakukan.
Dimulai dari menuliskan impian, bisa di dreamboard atau buku impian. Kemudian petakan impian secara detail dan kejar impian itu melalui langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya.
Di materi terakhir, leader tetap diberikan tugas mengenai impian, seperti menjabarkan impian apa yang ingin diraih, hambatan yang menghadang impian kemudian apa yang dilakukan saat hambatan itu datang hingga tugas membuat voice yang memotivasi jaringan agar mau terus berjuang meraih impian, setelah sebelumnya leader tahu impian dari jaringannya. Tugas yang terakhir adalah menyantumkan, hal baru apa yang ingin dipelajari agat bisa menjadi leader yang terdepan.
Dan di hari ke sebelas, di mana hari evaluasi untuk seluruh peserta Sekolah Leader, ada 3 hal yang ditugaskan pada mereka. Seperti, menyebutkan apa yang telah dipelajari, action yang sudah dilakukan hingga menyebutkan 3 hal yang sulit dilakukan.
Ah, senangnya bisa mengikuti kelas Sekolah Leader selama 11 hari ini. Rasanya enggan juga meninggalkan kelas karena aku masih bisa mempelajari berbagai treatment yang disuguhkan di sana.


"Artikel ini dibuat setelah aku mengikuti kelas Sekolah Leader Batch II yang diselenggarakan Indscript, pada 20 April 2020 hingga 29 April 2020."


Sekolah Leader, Tempatnya Belajar Para Leader Hebat Part VII

Sekolah Leader
Liputan hari ke 7
Minggu, 26 April 2020

Apa kabarnya hari ini. Semoga keberkahan selalu menjadi milik kita semua. Terhindar dari segalam macam penyakit dan musibah.

Oraaait, tudey aku juga masih punya tugas buat ngeliput kelas Sekolah Leader yang tinggal hitungan jari ini dan materi hari ke 7 adalah mengenai;


  • Motivasi dan tekad
  • Kelola mood
  • Apa yang aku takutkan dan khawatirkan?
  • Bagaimana menghadapi tantangan dan kesulitan
  • Apa yang membuat aku tidak menyerah mengembangkan jaringan

Di hari ketujuh ini teh Indari menceritakan pengalamannya mengeluarkan produk baru. Di mana pada Januari 2020, ia dan timnya telah menelurkan produk baru yaitu, BUKUIN AJA. Ternyata, program ini diluar dugaan karena orderan benar-benar meledak dan membuatnya ia kebanjiran order.

Sayangnya, ia dan tim tidak siap karena memang kekurangan tim. Sehingga banyak pekerjaan yang molor kemudian hasil yang di bawah ekspektasi hingga membuat moodnya sebagai leader dan founder sempat swing. Akhirnya membuatnya sempat kurnag bergairah yang memperburuk moodnya.

Akhirnya, yang ia lakukan adalah mulai mengatur strategi. Dari situ ia mulai mencari apa yang menjadi pemicu mood menjadi lebih buruk hingga mencari kunci untuk mengatur ulang mood. Dan ini bukan perkara mudah.

Ia mengaku bahwa ini bukan kali pertama ia melakukan kesalahan. Di mana banjir orderan juga pernah terjadi di tahun 2009-2010.

Hingga akhirnya muncullah kebijakan-kebijakan baru yang harus berani ia lakukan. Seperti menutup layanan BUKUIN AJA di mana penulis hanya mengeluarkan dana 300ribu saja bisa menjadi sebuah buku solo.

Dari kesalahan-kesalahan yang sudah  dilalui, akhirnya seorang leader terus belajar untuk mengelola mood. Bahkan ia juga belajar legowo atas kesalahan yang pernah ia lakukan.

Salah satu cara yang ia lakukan untuk mengelola mood adalah pergi ke toko buku dan membaca buku-buku baru sehingga munculnya ide-ide baru. Seperti menambah jumlah tim, hingga membuat standarisasi pembuatan buku-buku hingga keputusan agar ia terjun langsung dalam projectnya. Dalam hal ini, BUKUIN AJA. Di mana, ia terlibat dalam proses proofing.

Dibalik semua kekecewaan yang telah terjadi, ia mulai melakukan banyak hal, seperti; menghubungi klien-klien yang kecewa via personal.

Di sini seorang leader bisa belajar bahwa, sebelum menyelesaikan masalah yang terjadi. Maka sebaiknya, perbaiki dulu mood sehingga akhirnya perasaan menjadi lebih bahagia, lebih baik hingga penyelesaian masalah menjadi lebih ringan.

Kemudian kembali pada motivasi dan tekad. Teh Indari menekankan bahwa, seorang leader pasti akan menemui berbagai kendala dan masalah. Maka seorang leader sebaiknya mampu membuat kebijakan-kebijakan baru sehingga jaringan Anda tidak terlunta-lunta dan bingung menentukan kemana arah jaringan yang telah dibentuk tersebut.

Motivasi dan tekad Anda sebagai leader memang harus sangat besar kemudian tidak mudah menyerah untuk mengembangkan jaringan pada bisnis yang Anda cintai.

Temukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, temukan solusi-solusi yang membuat Anda kembali berperan menjadi leader. Dan ini merupakan sebuah tantangan bagi semua leader.


Jangan berhenti untuk bergerak. Jangan berhenti untuk melakukan inovasi dan hal-hal baru. Walaupun belum tentu semuanya berjalan baik.


Tugas hari ke 7

  1. Hal apa yang bisa membuat mood Anda negatif?
  2. Bagaimana cara Anda mengubah mood negatif menjadi solusi positif
  3. Ceritakanlah sebuah pengalaman Anda mengeluarkan satu inovasi atau program kerja yang kemudian membuat Anda merasa gagal dan ingin menyerah? Lantas apa kebijakan yang Anda lakukan?
  4. Apa yang Anda lakukan saat menghadapi tantangan atau kesulitan besar dalam program kerja Anda?
  5. Apa alasan Anda tidak mau menyerah dalam mengembangkan jaringan Anda?


Sunday, April 26, 2020

Sekolah Leader, Tempatnya Belajar Para Leader Hebat Batch VI

Sekolah Leader
Liputan hari ke 6
Sabtu, 25 April 2020



Masih ngikutin kelas Sekolah Leader dan waktu memang berjalan sangat cepat yaa...ini adalah hari ke enam dan materi dan tugas yang diberikan semakin menguatkan agar leader benar-benar mengenal karakter dirinya sendiri..

Materi hari ke enam Sekolah Leader adalah,

Sejauh mana orang mengenalku?

Sudahkah orang mengenal kelebihan produk dan jaringanku?

Ini jelas berkaitan dengan materi di hari kelima dan di hari keenam ini adalah full reset.

Baca sekolah leader hari ke lima di sini.

Sebagai leader, jangan sampai Anda over percaya diri karena orang telah mengenal produk Anda. Padahal yang mengenal produk dan Anda hanya di seputaran dan sekitar Anda saja.

Di hari ke enam ini, sebaiknya leader sudah bisa menrapkan branding namun bukan branding yang diterapkan sendiri namun juga orang sudah mengenal produk dan jaringan Anda sehingga orang sangat tertarik untuk bergabung dengan Anda.

Lakukan riset di jaringan dan pada orang-orang yang akan bergabung dengan Anda. Apa yang membuat mereka tertarik.

Bahkan reset pada orang lain yang hanya sekilas mengenal Anda.

Itulah materi yang disampaikan oleh founder Indscript, teh Indari Mastuti. Perempuan asal Bandung yang kini telah memiliki 3 orang buah hati.

Dan, berikut ini adalah tugas yang harus diselesaikan oleh para leader yang langsung dikomentari para mentor di hari yang sama juga hari selanjutnya..


Tugas

  1. Menyebarkan quisioner pada jaringan Anda
  2. Apa kesan Anda memiliki leader seperti saya?
  3. Apa keunikan terkuat yag Anda lihat dari diri saya?
  4. Apa kelemahan terkuat yang Anda lihat dari diri saya?
  5. Apa keistimewaan produk yang kita jual dibndingkan dengan produk yang lain?
  6. Apa keistimewaan yang Anda rasakan di jaringan yang leadernya saya?
  7. Adakah kritik yang ingin Anda berikan pada saya?
  8. Adakah saran yang ingin Anda berikan pada saya



Menyebarkan quisioner pada mereka yang ingin join di jaringan Anda


  1. Apa yang Anda lihat dari sosok leader seperti saya?
  2. Apa yang membuat Anda ingin join di jaringan saya?
  3. Apa keistimewaan jaringan saya dibandingkan jaringan lainnya menurut Anda?
  4. Apa keistimewaan produk yang kami jual sehingga Anda tertarik untuk menjualkannya?

Nah, itu dia materi dan tugas yang aku dapet dari kelas Sekolah Leader yang diselenggarakan sejak tanggal 20 April lalu. Kelasnya di Telegram ya gaes, jadi siapapun bisa belajar di sana tanpa batasan jarak dan waktu...

Sekolah Leader, Tempatnya Belajar Para Leader Hebat Part V

Sekolah Leader Batch 2
Laporan hari ke 5
Jumat 24 April 2020-04-23



Marhaban Ya Ramadhan,
Ini adalah hari pertaman di bulan Ramadahan. Semua umat Muslim, insyaAllah menjalankan ibadah puasa wajib ini.
Semoga ibadah kita kali ini, membawa keberkahan dan hikmah yang mendalam.

Dan,

Masuk ke hari ke 5 Sekolah Leader, hari ini tema yang akan dibahas mengenai Personal Branding


Apa keunikan diriku?

Bagaimana pola membangun branding sebagai leader?


Personal Branding bagaimana kita bisa menggali keunikan kita sehingga akhirnya orang lain mampu mengenal diri kita yang sebenarnya. Hal ini sama sekali berbeda dengan pencitraan diri (Apa yang orang inginkan, itu yang kita berikan).

Lantas bagaimana pola menggali keunikan sebagai seorang leader agar branding Anda lebih menarik, terutama di sosial media hingga mampu menarik lebih banyak lagi orang yang ingin bergabung dengan jaringan Anda.

Identitas
Dilarang keras seorang leader membuat nama yang terkesan berlebihan atau alay yang hanya akan membuat teman sosial media Anda menjadi curiga. Gunakan nama asli jangan nama jaringan atau anak dan lain sebagainya. Kemudian buat nama bisnis, serta tagline dari bisnis yang tengah Anda jalani.

Berikan informasi yang jelas agar orang lain mudah mengenal Anda. Dan untuk penguatan branding, pada setiap postingan yang Anda buat, Anda bisa menyertakan apa kelebihan dari jaringan atau bisnis Anda.

Branding tidak perlu menunggu bisnis menjadi besar. Branding bisa dimulai saat bisnis baru dirintis atau nol. Gunakan sosial media semaksimal mungkin sehingga personala branding ini bisa Anda lakukan tanpa mengeluarkan modal.

Tidak perlu takut bersaing dengan leader lainnya jika Anda memiliki karakter yang unik.

Personal branding sangat penting karena bisa membantu meningkatkan efektifitas dari low attraction.

Semakin fokus kita pada tujuan, maka alam akan semakin mendekatkan kita pada tujuan kita tersebut. Meskipun ini bukanlah jaminan untuk kesuksesan Anda. Namun dengan melibatkan sang Maha Pencipta akan membuat tugas Anda sebagai leader menjadi lebih mudah.




Dan ini dia, tugas hari kelima Sekolah Leader

Apa keunikan yang paling menonjol dari diri Anda?
Anda ingin dikenal sebagai leader yang bagaimana?
Apa penamaan branding leader Anda?
Postingan apa yang akan dilakukan di sosial medau yang akan menguatkan branding Anda? (Buatlah 30 ide postingan).


Waaaw...tugasnya masih berkaitan dengan pengenalan diri sendiri...leader bener-bener harus tahu sebesar apa kemampuannya...

Sekolah Leader, Tempatnya Belajar para Leader Hebat Part IV


Sekolah Leader Batch 2
Liputan hari ke 4


Pagi...
Jam berapapun kamu baca artikel ini, tetep semangat kayak pagi hari ya...



Sambil nunggu keputusan apakah hari Jumat besok dimulai Puasa atau 1 Ramadhan, mari kita lanjut mencari tahu. Ada apakah dengan Sekolah Leader di hari ke-4 ini? Yang pasti masih dengan melanjutkan materi.

Sebelum dengerin materi via Audio di telegram, mari kita cari tahu dulu. Sebenernya kapan Sekolah Leader Batch 1 nya di selenggarakan, koq tahu-tahu udah batch 2 aja.

Jadi Sekolah Leader ini memang baru dibuka kelas pada Tanggal 1 April 2020 lalu. Dan karena antusias peserta yang begitu membludak, dibuatlah kelas angkatan ke dua, yang baru dimulai 4 hari lalu, tepatnya tanggal 20 April 2020.

Adapun latar belakang, mengapa kelas ini dibuka karena banyaknya ditemui para calon leader yang ternyata tidak mampu membina jaringannya karena secara mental mudah down, moody, lembek dan masalah lainnya. Sehingga akhirnya jaringan yang telah dibuat menjadi hancur berantakan.

Kelas ini juga akan menjadi kelas reguler yang diselenggarakan oleh Indscript Creative. Kemudian siapa sajakah yang bisa mengikuti kelas ini, diantaranya adalah Anda yang bergelut di MLM (Multi Level Marketing), Distributor, Direct Seller yang memang berkaitan erat hubungannya dengan konsep jaringan.



Dan sekarang, mari kita pahami materi yang disampaikan oleh teh Indari Mastuti;

Stategi Pengelolaan Stress juga Strategi Manajemen Waktu dan Hati

Pemimpin itu ternyata memang rentan stress karena banyaknya tuntutan juga tanggung jawab. Salah satunya pemicu lainnya adalah adanya keterbatasan waktu, tantangan pekerjaan serta uniknya permasalahan yang akan menjadi tambahan pemikiran seorang pemimpin atau leader itu sendiri.

Tingkatan stress seorang pemimpin dengan yang lainnya semisal dengan jaringan yang ada di bawahnya, jelas akan berbeda. Bahkan stresnya seorang pemimpin juga bisa mempengaruhi kinerjanya dan stress jaringannya juga.

Karenanya, seorang leader sebaiknya memiliki strategi bagaimana mengatasi stress yang datang. Bahkan jika memungkinkan, tidak menunggu stress itu datang. Namun seorang leader mampu menahan, menangani secara sehat atau mampu menghindarkan diri dari stress.

Lantas, bagaimana cara mengelola stress;

1. Re-organize,
mulailah untuk hidup lebih disiplin dan teratur, baik dari sisi personal maupun profesional. Seorang leader sudah seharusnya mampu untuk menyusun, mengelompokkan serta menata ulang semua tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

Dan Anda juga harus bisa mengatur strategi agar bisa menyelesaikan setiap permasalahan hingga mampu mendelegasikannya kepada tim. Karena seorang leader sebaiknya tidak melakukan semua tugasnya sendirian.

Seorang leader juga sebaiknya rendah hati, mau menerima kritik dan saran dan bisa meminta dukungan dari tim atas langkah apa yang akan Anda ambil, untuk menyelesaikan persoalan yang tengah Anda temui.

Tenang dan fokus juga sebaiknya dimiliki oleh setiap leader agar masalah bisa diselesaikan dengan baik dan menemukan solusinya.

2. Cara Pandang
Untuk mengelola stress maka sebaiknya seorang leader mampu memandang setiap kejadian dan masalah yang datang sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Dapatkan solusi-slousi baru dari setiap masalah yang datang hingga mampu membuat Anda untuk terus bergerak dan melangkah.

3. Balance
Kerja keras boleh, tapi kerja cerdas ini yang sebaiknya Anda lakukan. Salah satu wujudnya adalah, Anda harus cukup istirahat. Seimbangkan kebutuhan hidup Anda dan jangan hanya fokus pada pekerjaan. Mulailah belajar mengelola waktu dan kualitas hidup Anda serta miliki aktivitas lain selain pekerjaan.



Kelola Stress Terkait dengan Manajemen Waktu dan Hati

Buatlah perencanaan setiap hari yang penting, efektif serta efisien. Dari mulai pagi, siang hingga malam hari. Bila strategi pengelolaan waktu ini berjalan dengan baik dan disiplin Anda jalankan, maka seorang leader akan minim dari stress.

Membuat perencanaan seperti di atas, sebetulnya sebagai solusi agar pekerjaan tidak menjadi tumpang tindih sehingga akan membuat Anda terhindar dari stress karena menumpuknya pekerjaan. Dan ini akan terkait hubungannya dengan manajemen hati. Buat prioritas-prioritas pekerjaan dan jangan buat semuanya menjadi nomor satu.


Itu dia kurang lebih materi yang disampaikan oleh Teh Indari Mastuti. Intinya, bahwa setiap leader sebaiknya mampu membuat manajemen waktu dan hati agar terhindar dari stress.


Kemudian apa tugas untuk para leader di hari keempat ini, simak di sini ya!
  1. Hal apa yang paling rentan membuat Anda stress?
  2. Apa yang Anda lakukan saat merasa stress?
  3. Buatlah manajemen waktu tertulis sebagai leader?


Done, itu dia materi dan tugas yang harus dikerjakan dan dijawab oleh para leader.

Semoga apa yang sudah kamu baca ini, bisa jadi bermanfaat dan mampu membuatmu menjadi leader yang lebih baik.



Wednesday, April 22, 2020

Sekolah Leader, Sekolahnya Para Calon Leader Hebat

Sekolah Leader Batch 2
Liputan hari ke 3


2 hari lagi menjelang bulan Ramadhan. Sudah persiapan apa aja? Aku belum, kita lihat besok. Kalau tahun-tahun sebelumnya, biasanya menjelang bulan suci tiba pasti kita prepare bahan makanan agak banyak, lebih spesial tepatnya.

Tapi kali ini karena sudah terbiasa prepare bahan makanan karena pandemi Covid-19, jadinya seperti belanja per dua atau tiga hari sekali rasanya jadi biasa banget.

Etapi lagi, tugas aku buat meliput kelas Sekolah Leader masih terus berlanjut. Hari ini, Kamis, 22 April 2020 adalah hari ketiga kelas Sekolah Leader. Dan untuk materi hari ini adalah;

Manajemen Kepemimpinan


  • Strategi Pengembangan Jaringan dan Capai Target
  • Strategi Perbaikan Jaringan
  • Strategi Penyempurnaan Langkah


Penjelasan materinya sebagai berikut;

Strategi itu bentuknya strategis. Jadi untuk membangun jaringan memang dibutuhkan strategi. Dan seorang leader memang sebaiknya fokus kepada berbagai hal yang strategis. Dan agar jaringan berkembang, maka seorang leader harus mampu me-refresh jaringan, salah satunya dengan penambahan jumlah jaringan.

Jumlah jaringan juga berkaitan dengan target dan leader sebaiknya juga tidak takut dan anti pada target. Seperti, ingin membentuk berapa banyak jaringan dan berapa target yang ingin dicapai di jaringan tersebut. Di sinilah leader harus benar-benar memperhatikan proses capai target.

Terkait dengan pengembangan jaringan, sebaiknya Anda juga menentukan berapa jumlah orang yang berada di jaringan Anda. Tentukan siapa yang akan menjadi team work Anda. Kemudian edukasikan target dan cara mencapainya pada team work Anda.

Membedah target secara detail sebaiknya dilakukan oleh seorang leader kemudian bicarakan pada team work dan ajarkan team untuk fokus. Ajak tim untuk membuat target untuk secara personal, begitu juga dengan Anda sendiri. Kemudian ajak tim untuk mengejar target dengan memulai membuat impian.

Dan sebetulnya, konsep dari jaringan itu adalah,Sukseskan jaringan Anda maka Andapun bisa sukses.


Kemudian bagaimana jika Anda sebagai leader, memiliki jaringan yang tidak produktif?

Tidak bisa dipungkiri, bahwa ada saja jaringan yang mati suri di tengah jaringan-jaringan lainnya yang terus berkembang. Dan orang yang pertama kali disalahkan dalam hal ini adalah leadernya itu sendiri.

Dan bagaimana membuat jaringan agar kembali produktif, berikut ini beberapa strateginya;

Siapkan data base dari jaringan Anda
Kumpulkan semua data base dari pertama kali Anda membentuk jaringan.

Sapa semua orang yang ada di data base Anda
Kemudian tanyakan mengapa mereka tidak aktif. Dari sekian banyak alasan yang mungkin bisa Anda temukan, ini bisa dijadikan jalan bagi Anda untuk solusi bagi mereka.

Berikan Reward
Untuk membangkitkan kembali jaringan yang tidak produktif, bisa dengan cara memberikan reward. Semisal, Anda meminta kepada jaringan, bahwa siapa saja yang paling cepat menyelesaikan target akan mendapatkan reward yang telah Anda tentukan.

Strategi penyempurnaan langkah tidak perlu Anda pikirkan sendiri. Bekerjasamalah dengan jaringan Anda.

Leader mencetak leader, maka ketika Anda menemukan masalah pada jaringan. Jangan berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan semuanya sendiri, bicarakan dan bekerjasamalah dengan leader-leader yang telah Anda pilih. Sehingga penyempurnaan langkah menjadi lebih mudah karena telah disepakati bersama.

The Great Leader is born a leader (Indari Mastuti)


***



Dan ini dia tugas hari ketiga yang harus ditunaikan oleh para peserta Sekolah Leader;

Strategi apa yang akan Anda lakukan untuk mengembangkan jaringan?
Strategi apa yang akan Anda lakukan untuk mendorong kesadaran jaringan capai target?
Apa yang menjadi masalah di jaringan Anda?
Apa yang akan Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam jaringan Anda?
Apa ide untuk jaringan Anda untuk perbaikan langkah ke depan?

Wuaah makin dalem ya tugasnya...kita intip hasil jawabannya besok yaaa...

Pandemi Covid-19, Stay Positive dan Hidup di Batas Minimum

Nggak sekadar mecahin tantangan blog dari "Komunitas IIDN" tapi juga berbagi rasa dan kisah.


dok.freepik.com

Sudah lebih dari satu bulan, kita semua disarankan untuk tinggal di dalam rumah. Meminimalisir segala aktivitas yang biasa dilakukan di luar rumah. Bahkan masuk minggu ke dua dan ketiga bulan April ini, sudah mulai diberlakukan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa wilayah.

Aku yang memang sehari-harinya lebih sering berkutat di dalam rumah, termasuk nyari uang sekalipun, membuat kejadian ini nggak terlalu bikin jengah. Memang sih di sisi lain penjualan yang biasa aku lakuin juga memang merosot tajam, meskipun online. Tapi ya namanya manusia berakal, maka terus dicari jalan gimana caranya biar tetep ada pemasukan. Meski, nggak selancar biasanya...

Sementara anak bujang yang sudah duduk di kelas 8 yang lagi seneng-senengnya bergaul, mau nggak mau juga belajar di rumah. Proses belajar yang diselingi main game atau nonton film juga nggak terlalu bikin dia jenuh, keliatannya..heuhue..karena dia juga memang tipikal anak rumahan.

Yang kesian sih 2 anak perempuanku yang lagi seneng-senengnya nyari temen. Biasanya anak-anak di bawah umur 6 tahun kayak mereka kan suka dikunjungi sama temen-temennya buat main dan kali ini hampir nggak pernah. Untungnya lagi, dua kakak beradik ini kreatif, setiap hari mereka maen berdua, dan keliatannya semua tetep seru.

Tapi ya balik lagi, semua tetep kami syukuri. Apapun yang telah terjadi saat ini, adalah kehendakNYA yang tidak bisa kami tolak. Memutus penyebaran dengan diem di dalam rumah sebagai salah satu bentuk ikhtiar yang kami coba ikuti.

Kemudian, bagaimana dengan paksu alias bapake bocah-bocah..heu kalo yang ini juga tipikalnya sama..Kami memang pekerja rumahan. Sudah beberapa tahun belakangan ini, pekerjaannya sebagai penulis skenario memang di remote dari Bandung.

Jadi sekali lagi, iyes, kami orang rumahan. Tapi bukan  berarti nggak berimbas yess, karena penghasilan kami kan juga melibatkan banyak orang di luar sana...Jadi rasanya semua orang yang biasa tinggal di rumah atau bekerja di luar rumah tetep terkena imbasnya.


Hidup di Batas Minimum Membuat Beban Hidup Terasa Lebih Mudah

Hidup di batas minimum, sebenernya istilah tersebut bukan aku yang bikin. Aku pernah denger dari mulut teh Indari mastuti waktu kunjungan blogger bulan Maret lalu itu.

Ternyata ya memang apa yang sudah kita lalui itu udah ditakdirkan sama Sang Maha Pencipta. Memang berasa hikmahnya dan aku tersadar, bahwa ia bener, hidup tuh di batas minimum aja, nggak usah berlebihan. Secukupnya aja.

Ini juga yang bikin aku nggak nyetok makanan dalam jumlah banyak atau berlebih. Di satu sisi iya memang dananya juga terbatas tapi di sisi lain, buat apa siih nyetok makanan sebanyak-banyaknya. Secukupnya aja, setidaknya bisa untuk tiga atau maksimal lima harian aja rasanya cukup.

Alasan kenapa aku bilang begini adalah;

1. kita nggak pernah tau sampai kapan umur ini berlanjut. Iya kamu udah nyetok makanan segudang, detik berikutnya kamu nggak diizinin menghirup nafas, buat apa bahan makanan itu?

Iya sih, bisa buat orang lain tapi kalau ternyata makanannya rusak dan nggak layak makan, apa nggak jadi sia-sia juga? Mubadzir kan ya jadinya...

2. Kita hidup di batas minimum tanpa stok makanan yang berlebihan karena memang nggak perlu. Ini sebagai bentuk keprihatinan kamu sama orang lain juga. Kamu mengeluarkan sejumlah uang buat ngamanin perut kamu dan keluargamu. Sementara di luar sana banyak orang yang nggak bisa makan. Bahkan untuk makan hari itu aja mereka nggak tau musti gimana.

Dari pada kamu sibuk ngisi lemari atau kulkas kamu sama bahan makanan, mending kamu keluarin uangnya buat sedekah. Perkara besok, libatin aja Allah, Ia yang akan menjamin kehidupanmu.

So, ternyata hidup di batas minimum itu bisa loh, Kemaren aja aku sempet baca (ternyata emak-emak emang serba bisa koq). Biasanya bujet belanja perhari 100 ribu ternyata 100 ribu sekarang bisa dijadiin 2 atau bahkan tiga hari. Intinya di hemat, menu sederhana, kalau perlu ilangin bumbu-bumbu yang sebenernya nggak perlu-perlu amat.

Di sini nih, peran perempuan yang ditunggu-tunggu, biar gimana caranya tetep santai dalam keadaan serba kritis.

Makan itu kan intinya ada rasanya, nggak perlu jadi berlebihan rasa kek nasi padang karena memang kita dalam keadaan yang harus serba diperketat. Alah bisa karena biasa, lama-lama juga kamu suka rasa hambar atau rasa yang minim. Gitu kira-kira menyikapinya.

Kejadian ini malah bikin aku berkaca sama anak-anak, lihat mereka hebat mak, mau dikasih makanan enak, nggak enak, buah asem, nggak ada rasa asal emaknya yang kasih, mereka terima dengan senang hati. Bahkan mereka kerap bilang terimakasi sama kita.

Iya bukan berarti kita bisa asal kasih makanan, tapi lihat cara mereka bersyukur.

Kita yang notabene orang dewasa pasti so protes dan bakal dengan gampang menghempaskan makanan yang menurut kamu nggak enak. Itu karena kamu ngerasa udah tau banyak rasa, udah nyobain semua makanan, penuh pengalaman jadi seneng aja gitu bisa buang makanan. Yang padahal, makanan nggak ada rasa itu dibutuhin banget sama mereka di sana.

dok.freepik.com

Pandemi Covid-19, Banyak Mengubah Dari Nggak Bisa Jadi Bisa

Ambil hikmah dan sisi positifnya. Cieeh gampang bener ya ngomong begini. Tapi ya emang iya, hidup ini udah susah koq, ngapain sih harus dibikin tambah ruwet dengan merutuki nasib dan merutuki semua yang sudah terjadi.

Nikmati, syukuri dan mari kita pahami mengapa sih ini terjadi.

Virus Corona yang asalnya jauh dari kehidupan kita, tetiba datang menghantui semua orang bikin kita sadar. Bahwa bersih itu harus, sehat itu wajib, mikir dengan penuh kesadaran itu kudu. Akal sehat itu dibutuhin. Nggak panikan, nggak riweuh dan nyari informasi sebanyak-banyaknya biar nggak salah.

Bersih dimulai dengan rajin cuci tangan, tahu cara cuci tangan yang bener, mulai peduli dengan kebersihan tubuh, mulai lihat kebersihan lingkungan sekitar, mulai peduli sama kesehatan diri dan orang lain. Dan yang penting, ini nyambung ke self healingnya kamu.

Sebelum kamu sibuk nyari rumah sakit dan dokter, kamu bisa koq nyembuhin diri sendiri dulu. Badan dan anggota tubuh lainnya itu, kalau mau sakit pasti kasih sinyal koq. Tinggal kamu yang mau sadar atau enggak.

Simpel, kayak gini, tiba-tiba kamu ngerasa pusing. Sebelum kamu cari obat pusing, coba inget-inget kamu udah minum blom? kamu udah makan blom? Kamu udah istirahat blom?

Kalau semua udah kamu lakuin trus kamu masih ngerasa pusing, itu artinya penyakitnya bisa jadi berat. Iya kamu butuh langkah lain. Coba pijat! Kamu tahu kan kalau badan kita ini terdiri atas titik titik yang saling berhubungan satu sama lainnya.

Coba kenali tubuh kamu, kalau perlu cari tahu di mbah google, tentang cara memijat yang sederhana. Karena ternyata, pusing aja, pilek aja, sakit maag aja, bisa loh sembuh dari pijatan. Dan pijatan yang pertama bisa kamu lakukan sendiri sambil ucap doa sama Yang Maha Kuasa.


Begitu juga buat dapetin makanan enak. Selama ini mak, kalau mau makanan enak, bikin apa beli? Kalau yang punya duit pasti tereak,Beli laaah, repot amat bikin!

Coba sekarang tetiba uangmu amblas dan kamu terpaksa harus ngiket isi dompet sekuat-kuatnya, kalau perlu di lem (lebay...bingit ini ya...). Dalam keadaan terdesak, kamu mau nasi goreng, pasti kamu bakal lari ke dapur dan sebisa-bisa bikin nasi goreng yang ternyata simpel dan gampang pake kebangetan.

Bahkan roti lezat yang biasa kamu beli di B*** atau J*** yang harga satuannya 10 ribuan lebih itu, bisa kamu bikin sendiri bahkan dari jumlah uang sama bisa buat makan satu keluarga loh...Nggak usah nanya kalau rasa, karena lagi-lagi, mau bikin makanan enak itu kan butuh proses juga, rasa itu selera. Bergantung juga pada...tingkatan rasa syukurnya kamu.

Kek aku nihh...yang sebenernya nolak berat kalau suruh bikin kue apalagi roti...eeh...ternyata bisa looh. Bahkan dalam keadaan yang serba terbatas juga. Kamu bisa pikir, gimana caranya bikin roti yang lumayan tapi nggak pake timbangan dan alat yang mumpuni.

Ets...dengan bangga aku bilang, aku bisa. Ini penampakan roti yang sempet dibikin. Semuanya pake kira-kira, pake feeling doang...Jadi nggak? Jadi mak...Enak nggak? Lumayaaaaan...



Kamu bisa? Pasti bisa...

Pandemi Covid-19 tetep bikin khawatir

Namanya manusia, khawatir pasti ada.

Aku tuh khawatir sama mereka yang masih harus mengais rezeki di luar rumah. Contohnya, lek kemaren internet di rumah mati, itu artinya ada teknisi yang harus benerin dan mereka mau nggak mau harus keliling daerah yang memang kena masalah internet mati

Kemudian tukang jualan yang memang biasa keliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Mencari pelanggan yang kebanyakan memilih diem di dalam rumah. Mereka keliling seharianpun belum tentu bisa dapetin uang.

Kali lain aku liat seorang ibu yang aku yakin dia pun terpaksa mencari nafkah di luar rumah. Yang bikin sedih, dia bawa anak bayinya sambil jualan. Ngenes nggak tuh.

Sedih, iya sedih...

Tapi ya itu dia, mau gimana lagi, ini kehendakNYA koq. IA pasti punya maksud atas semua ini.

Tinggal kitanya aja nih yang jadi hambaNYA,
Mau berpikir nggak?
Mau sabar nggak?
Mau ikhlas nggak?

Yakin, sebentar lagi semua ini akan berakhir. Pandemi Covid-19 akan segera berlalu dan kita semua bisa kembali menyongsong hari dengan lebih baik. Kejadian ini biar jadi pelajaran aja buat semua manusia di bumi ini. Segera...segera kitapun akan mulai melupakan dan sibuk lagi dengan dunia kita.

Nah, ini dia, karena terlalu sibuk sama dunia, akhirnya kita lupa sama Yang Di Atas...sehingga IA kembali menghukum kita...Naudzubillah...jangan gitu-gitu lagi yuuk....


Tuesday, April 21, 2020

Sekolah Leader, Tempat Belajar Para Calon Leader Hebat (Part II)

Sekolah Leader Batch 2
Laporan Hari Ke 2


Pagi ini Bandung mendung, sudah hujan sedari tadi subuh. Sementara saat tulisan ini mulai dibuat, waktu sudah menunjukkan pukul 07.57 wib. Aku baru aja selesai dengan satu artikel review di You Tube, sekarang mari kita lanjut masuk ke kelas yang kemaren aku tongkrongin.

Iyes, kelas Sekolah Leader Batch 2.

Hari ini, materi tetap dibagikan tepat jam 07.00 wib. Materi disampaikan langsung oleh teh Indari Mastuti dan masih membahas mengenai “Penggalian Diri”. Bahasan lengkapnya tentang;

“Apa yang membedakan jaringanku dengan jaringan lainnya dan Apa keistimewaanku dan jaringanku di mata orang lain”

Sebelum aku dengerin Audionya...mari kita intip dulu, tugas apa aja yang dikasih hari ini. Btw, kemaren juga sempet intip jawaban dari tugas hari pertama dan jawabannya seru-seru...ada satu yang aku suka, katanya ia adalah tipikal leader yang somplak..hahahh..

Nih, bocoran tugas hari ini yang harus para leader kerjain;

  1.  Apa yang membedakan jaringan Anda dengan jaringan lainnya saat ini?
  2.  Apa ide Anda selanjutnya yang akan membuat jaringan Anda terus bertumbuh menjadi jaringan yang berbeda dibandingkan jaringan yang lainnya?
  3. Setelah melakukan riset di jaringan Anda, Apa keistimewaan Anda di mata mereka
  4. Setelah melakukan riset di jaringan Anda, Apa keistimewaan jaringan Anda di mata mereka?
  5. Apakah Anda sudah melihat kelemahan pesaing terkait jaringan?  Apa yang akan Anda terapkan ke jaringan Anda sehingga menjadi sebuah inovasi baru?

dok.freepik.com

Selanjutnya...mari kita dengarkan Audio yang disampaikan teh Iin, kamu simak yaa lewat tulisan aku.

“Apa yang mebedakan jaringanku dengan jaringan yang lainnya?”

Saat ini, bisnis yang based onnya adalah jaringan, persaingannya sangat ketat. Berbagai inovasi dan keunikan saling bersaing. Baik jaringan yang masih sedikit bahkan jaringan yang memang sudah sangat besar. Selalu ada update dari masing-masing jaringan. Disinilah yang harus leader explore, bagaimana membuat jaringan sendiri berbeda dengan jaringan lainnya.

Maka yang harus dilakukan adalah, mencari tahu apa sih ciri khas yang bisa ditonjolkan oleh jaringan. Tujuannya agar mudah dikenal dan menjadi daya tarik tersendiri dan begitu menjadi mudah diingat. Salah satu contoh misalnya, kentalnya penggunaan digital marketing yang mungkin bisa diterapkan di jaringan Anda.

Semakin unik jaringan Anda maka akan memudahkan orang lain untuk mau bergabung dengan jaringan Anda. Sementara jaringan yang sudah berada di dalam, akan merasa bangga bahwa ia berada di jaringan yang bagus.

Untuk mendapatkan keunikan ini, bisa dimulai dengan mencari tahu dan menggali, apa sih kelebihan Anda dan kelebihan jaringan Anda di mata orang lain. Anda bisa melakukan riset kecil-kecil, di mulai dari jaringan Anda atau orang yang mengenal Anda.

Tips lainnya yang perlu dilakukan oleh seorang leader adalah;
  1.  Perhatikan pesaing Anda. Bukan memata-matai namun memcari tahu apa yang sedang dilakukan oleh pesaing Anda, yang membuat mereka terlihat lebih baik. Temukan juga kelemahan mereka kemudian belajar dari kesalahan mereka. Anda bisa memetakannya, kemudian mempelajari, karena bisa jadi kesalahan yang telah kompetitor lakukan ternyata menjadi hal baik untuk jaringan Anda.
  2. Pastikan mau menerima saran dan kritik yang diberikan jaringan atau orang lain. Seperti spamming, itu bisa dijadikan masukan yang berharga.
  3. Anda harus membebaskan diri dari rasa takut, khawatir, ketika Anda akan melakukan ide baru. Kalaupun ide atau rencana Anda ternyata gagal, sebenarnya itu bukan masalah. Dan sebagai seorang leaer sebaiknya terus sabar serta konsisten melakukan hal-hal di atas (ekplorasi ide dan perhatikan pesaingan)
  4. Buat selalu evaluasi secara berkala dari semua yang sudah Anda lakukan dan membuat perencanaan baru dari ide-ide yang Anda miliki.

Nah, itu dia materi yang disampaikan teh Indari mastuti di hari ke dua Sekolah Leader Batch 2 ini. Intinya, hari ini setiap leader harus menggali diri lagi untuk mengetahui apa sih, keunikan dirinya dan jaringannya.

Setelah selesai dengerin Audio materi teh Iin, di bawahnya tertera Materi 2 yang disampaikan oleh Leader Indscript, Euis Marlina yang omzetnya saat in dikisaran 70 jutaan perbulan hanya dari kelas Canva yang ia bina.



Teh Euis ternyata bukan membagikan materi, namun membeberkan jawaban atas tugas yang diberikan. Ini seru banget...baca deh dengan seksama...

1. Apa yang membedakan jaringan Anda dengan jaringan lainnya, saat ini?
"Saya berusaha menanamkan kerjasama antar tim marketer, selalu berusaha fast respon dan menemukan solusi terbaik untuk semua permasalahan tim marketer saya."

2. Apa ide Anda selanjutnya yang akan membuat jaringan Anda terus bertumbuh menjadi jarikngan yang berbeda dibandingkan jaringan yang lainnya?
"Marketer saya akan mendapatkan flyer pertama dari saya, sehingga mereka bisa share lebih cepat. Saya juga mengajarkan tim untuk membuat desain flyer profile dengan Canva. Dan hasilnya akan saya posting di channel saya "Dunia Canva.""

3. Setelah melakukan riset di jaringan Anda, Apa keistimewaan Anda di mata mereka?

Di sini teh Euis screenshoot hasil riset ke jaringannya. Dan ini jawabannya;

"Mba Euis itu baik, fast respon, kalau ada kendala siap bantu, leader yang patut dicontoh."

Yang lainnya menjawab, kalau teh Euis itu...

"Low profile, fast respon, selalu menenangkan saat ada kendala atau mis, selalu memberikan solusi dengan bijak, mau menerima masukan dari tim, yang pasti nyaman.”

Masih ada beberapa jawaban lagi yang menyatakan bahwa teh Euis ini memang leader yang ramah dan bikin nyaman.

4. Setelah melakukan riset di jaringan Anda, Apa keistimewaan jaringan Anda di mata mereka?

Hasil jawabannya tim marketer teh Euis juga di screenshoot, apa kata mereka?

“Ada tambahan banyak ilmu, kompak, full support buat marketernya.”

“Kompak sangat, persahabatan yang disuguhkan luar biasa, membuat saya merasa sangat dekat walau jauh di mata.”

Kemudian diakhir materi 2 ini, teh Euis juga menyampaikan bahwa,” yang membedakan jaringannya dengan yang lain salah satunya adalah fasilitas belajar Canva.”

“Ketika kita sudah bisa menemukan kekuatan atau kelebihan diri. Maka itu yang bisa kita terapkan atau ajarkan kepada jaringan kita, sehingga jaringan memiliki kelebihan yang sama dengan kita. Itulah yang menjadi ciri khas jaringan saya.” (Euis)

dok.freepik.com

Mantap kali ya materi yang dishare hari ini, dan kelas terus berlanjut dengan membuka sesi pertanyaan. Kemudian beberapa leader juga sudah mulai mengerjakan tugasnya. Dan yang menarik, tugas-tugas yang sudah dikerjakan tidak hanya diterima begitu saja, namun akan dibahas satu persatu. Terkecuali bila tugas leader yang satu dengan yang lainnya memiliki jawaban yang sama.

Orait, nggak sabar nunggu hasil liputan hari ketiga besok, jangan lupa buat balik lagi ke blog ini ya. Siapa tahu setelah ini, kamu terinspirasi buat jadi seorang leader yang memimpin jaringan besar. Btw, jaringan itu nggak berarti bisnis yang hanya menguntungkan leader atau orang yang ada di atasnya lho, apalagi kalo setiap member di jaringan itu ternyata jadi lebih hebat dan lebih bertumbuh bahkan bisa membentuk jaringan lain di bawahnya.

Konsep jaringan ini, nggak melulu tentang bisnis MLM, tapi juga bisa digunakan untuk merekrut reseller yang membantu Anda untuk memasarka suatu produk. Produknya sendiri bisa produk yang sudah teruji atau justru produk yang Anda produksi sendiri.

Sudah bisa dibayangkan kan, segimana omzet yang bakal kamu dapet kalau ternyata kamu bisa jadi seorang leader hebat di atas sebuah jaringan yang juga sama hebatnya. Kuy! Jadi Leader!

#SekolahLeader #Insdcript

Monday, April 20, 2020

Sekolah Leader, Tempat Belajar Para Calon Leader Hebat

Liputan Sekolah Leader
Hari Pertama, 20 April 2020


Ini adalah hari pertama kelas Sekolah Leader batch 2 dimulai. Jumlah anggota kelas ini mencapai hampir 400 ratusan orang. Semuanya tergabung di 2 kelas yang dibuka di telegram. Satu kelas khusus untuk materi sementara kelasnya satunya lagi merupakan kelas untuk diskusi.

Sekolah Leader Batch 2 merupakan salah satu kelas online yang diselenggarakan oleh Indscript Creative, yang dipimpin Oleh Indari Mastuti. Dan untuk kelas kali ini juga digawangi oleh beberapa leader yang telah lahir dari diberbagai kelas yang juga diselenggarakan Indscript. Mereka adalah;




 Euis Marlina (Mentor Canva)

Yaya Yanti (Asisten Mentor Bow)

 Cicik Rosida (Asmen Sekolah Leader)

 Yuni Ummu Wafi (Queen Ambasador BUKUIN aja!)

 Runi Adriyani (Founder & Mentor LAAF)


Kemudian apa sajakah yang dipelajari di kelas online ini, berikut ini penjelasannya.

Hari ke - 1 : Penggalian Diri
- Siapakah aku? Apa kelebihan dan kekuranganku
- Bagaimana memoles kelebihan dan mengurangi kekurangan
- Apa yang membedakanku dengan leader lainnya)

Hari ke  2 : Penggalian Diri
- Apa yang membedakan jaringanku dengan yang lainnya
- Apa keistimewaanku dan jaringanku di mata orang lain

Hari ke  3 : Manajemen Kepemimpinan
- Strategi kepemimpinan jaringan
- Strategi perbaikan jaringan
- Strategi penyempurnaan langkah

Hari ke  4 : Manajemen Kepemimpinan
- Strategi Pengelolaan capai target
- Strategi manajemen waktu dan hati

Hari ke  5 : Personal Branding
- Apa keunikan diriku
- Bagaimana pola membangun branding sebagai leader

Hari ke  6 : Personal Branding
- Sejauh mana orang mengenalku
- Sudahkah orang mengenal produk dan jaringanku

Hari ke  7 : Motivasi dan Tekad
- Kelola Mood
- Apa yang aku takutkan dan khawatirkan
- Bagaimana menghadapi tantangan dan kesulitan
- Apa yang membuat aku tidak menyerah mengembangkan jaringan

Hari ke  8 : Keterampilan Berkomunikasi
- Public speaking for leader
- Teknik follow up dengan jaringan yang introvert
- Memulai percakapan dalam group yang sepi

Hari ke  9 : Keterampilan Berkomunikasi
- Membangun semangat jaringan yang melemah
- Menyampaikan target dengan cara yang menyenangkan

Hari ke  10 : Membangun Antusiasme
- Mendesain mimpi
- Being inspiration
- Tetap antusias dalam kondisi bermasalah
- Antusias belajar dan menjadi yang terdepan

Hari ke  11 : EVALUASI


Kelas juga dilengkapi dengan tugas harian sesuai dengan tema per hari itu. Seperti hari ini misalnya, tugas yang harus dilakukan oleh para peserta Sekolah Leader adalah mengisi sederet pertanyaan ini;


  1. Apa kelebihan Anda sebagai seorang leader?
  2. Apa kekurangan Anda sebagai seorang leader?
  3. Apa yang akan Anda lakukan agar bisa meminimalisir kekurangan?
  4. Apa yang akan Anda lakukan agar bisa memoles kelebihan Anda menjadi lebih hebat dan efektif bisa membantu pertumbuhan jaringan Anda dengan kelebihan yang dimiliki?
  5. Apa yang membedakan Anda dengan leader lainnya (versi Anda)?
  6. Apa yang membedakan Anda dengan leader lainnya (versi jaringan Anda)?


***

Selanjutnya, mari kita masuk ke dalam kelas yang sejak pukul 07.00 wib sudah dibagikan materinya. Materi sendiri disampaikan oleh Teh Indari Mastuti melalui Audio.

Hari ke - 1 : Penggalian Diri

Siapakah aku, Apa kelebihan dan kekuranganku

Seorang leader yang bijak sebaiknya tahu betul batasan dirinya sendiri. Begitu banyaknya masalah yang ditemui di lapangan tidak akan bisa diselesaikan bila Anda adalah seorang leader yang rapuh. Meskipun tidak ada manusia yang sempurna, namun setidaknya seorang leader tahu dimana letak kelebihan dan kekurangan dirinya.

Leader yang tidak mengenal dirinya sendiri tidak akan mampu memimpin jaringannya. Kemudian bagaimana memaksimalkan kelebihan yang dimiliki serta mampu menerima segala bentuk kekurangan dan bisa menyiasatinya. Selain itu, Anda yang mampu dengan baik mengenal diri sendiri bisa lebih mudah mengaktualisasikan diri dan bisa menghargai diri sendiri.

Tidak pernah takut untuk dikritik, tidak menjadi sombong ketika dipuji adalah salah satu karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang leader.

Lantas bagaimana seorang leader bisa memulai karakter yang sehat, agar aura positifnya menular kepada jaringannya. Maka leader harus tahu bagaimana memoles kelebihan serta kekurangan diri sendiri;


  • Leader harus mencintai dirinya sendiri, tidak peduli dengan latar belakangnya serta mau menerima siapapun yang ada di dalam jaringan.
  • Leader harus bisa menghargai diri sendiri.
  • Seorang leader juga harus memiliki tujuan hidup yang penuh arti.
  • Leader juga sebaiknya tidak membandingkan satu pribadi dengan pribadi lainnya.
  • Seorang leader juga sebaiknya menggunakan tolak ukur atau takaran yang benar dan jelas dalam mengukur kesuksesan.
  • Leader yang menemukan kelemahan dalam jaringannya, mampu memperbaikinya atau menghilangkan.
  • Melakukan yang terbaik juga tugas leader lainnya dan harus menjadi yang lebih baik diantara jaringannya.
  • Dan seorang leader juga harus pandai bersyukur
  • Leader juga harus bisa mengubah hal-hal yang bisa diubah, seperti mengubah karakter, berpenampilan lebih baik, ekspresi wajah dan juga kepribadian.


"Intinya seorang leader tahu bagaimana memoles kelebihan dan mengurangi kekurangan dan harus berada beberapa step di depan jaringannya."

Kemudian Apa yang membedakanku dengan leader lainnya?
Ini materi yang tidak kalah pentingnya dan menjadi catatan harus diperhatikan bagi para calon leader atau leader yang saat ini tengah memimpin jaringannya.

Maka yang harus diperhatikan agar bisa menjadi seorang leader yang unik adalah;


  • Leader harus memiliki waktu untuk mengevaluasi diri. Anda harus tahu dimana letak kesalahan dan apa yang akan diperbaiki. Kemudian motivasi diri serta konsisten melakukan perbaikan.
  • Leader juga harus mampu berpikir positif dalam hal apapun. Leader juga tidak boleh berada di posisi nyaman.
  • Leader juga harus mampu mengeluarkan ide se-liar mungkin dan Anda harus menjadi problem solver untuk jaringan Anda.


"Leadership itu bukan bakat namun proses"
(Indari Mastuti)


Kurang lebih itulah materi yang disampaikan pada hari pertama ini. Kemudian kelas dilanjutkan dengan membuka sesi pertanyaan. Dengan 3 sesi, langsung diberondong pertanyaan oleh para peserta Sekolah Leader.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang diajukan disertai jawaban yang diberikan oleh pendiri Indscript Creative, Indari Mastuti dan mentor-mentor lainnya. Namun beberapa pertanyaan memiliki maksud dan jawaban yang hampir sama.

1. Bagaimana cara mengendalikan rasa minder atau tidak percaya diri?

Leader yang baik harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mau bertemu dengan berbagai karakter dan background yang lebih baikpun sebaiknya tidak perlu merasa minder.

Untuk mengendalikan rasa minder maka sebaiknya Anda harus memiliki value dari leadership yang Anda miliki. Anda harus tahu, setiap kelebihan yang dimiliki.
Minder yang masih bersarang di dalam diri Anda hanya akan membuat Anda tidak bisa menjadi seorang leader.

Ucapkan ini oleh Anda,"Ah, biarlah dia hebat di sana tapi aku adalah leader di sini."
Seorang leader itu sebaiknya tidak baperan dan mudah down dan harus menjadi contoh dan problem solver untuk jaringan.

2. Motivasi apa yang harus saya sampaikan kepada para reseller agar mereka aktif?

Peluang untuk menjadi reseller itu banyak, dari mulai yang tidak berbayar hingga yang berbayar. Reseller biasanya akan mencari peluang dimana pun agar bisa mendapatkan penghasilan lebih.

Lantas apa yang harus dilakukan agar reseller mau aktif di group kita.

- Motivasi
Ajak reseller untuk fokus pada produk yang dijual. Jadilah teladan untuk reseller Anda.

- Hubungan personal
Perbaiki hubungan secara personal antara Anda yang menjadi seorang leader dengan reseller Anda. Sentuh hati mereka, buat mereka menjadi partner, sahabat, teman diskusi dan menjadi orang yang pertama ketika ia curhat.


3. Untuk menilai diri sendiri, bolehkah meminta pendapat orang lain?

Ada dua opsi untuk mendapatkan jawabannya, yaitu;
Menilai oleh diri sendiri
Menilai diri berdasarkan penilaian orang lain.
Namun pastikan Anda tidak akan merasa sakit hati, bila ada penilaian yang jelek dari orang lain. Baiknya Anda tetap menyaring kemudian intropeksi atas penilaian yang diberikan pihak lain tersebut.


4. Bagaimana cara mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri?

Seorang leader sudah seharusnya tahu apa kelebihan serta kekurangan dirinya. Terlepas dari apakah Anda pemula atau bukan, Anda pasti seseorang yang telah cukup usia untuk bisa menilai diri sendiri.

Jika semua itu belum Anda miliki maka mulailah, eksplorasikan. Tulisan di kertas dan mulailah mencari apa kelebihan serta kekurangan Anda.


5. Bagaimana caranya, agar terjadi boom komentar pada group reseller?

Leader sebaiknya tidak pernah kehabisan semangat untuk menyemangati jaringan di bawahnya. Meskipun group dalam keadaan diam dan tidak aktif. PEDE aja untuk terus nyerocos di dalam group

Temukan masalah yang ada di group, Anda bisa menyentuh setiap member yang ada di sana secara personal. Selanjutnya, Anda bisa membuatnya menjadi training atau mentoring untuk mereka.


6. Bagaimana membentuk kepercayaan diri bahwa saya adalah seorang leader?

Tidak ada istilah leader pemula atau leader senior, bila seorang leader sudah memiliki kepercayaan diri yang kuat.
Jika masih kurang percaya diri, terus gali dan cari tahu kelebihan, motivasi dan target Anda sebagai seorang leader. Leader yang kuat sadar bahwa, meski memiliki kekurangan tidak akan membuatnya minder dan memiliki kelebihan tidak akan membuatnya menjadi sombong.


Kali ini mbak Yaya yanti yang menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.



7. Bagaimana caranya menyakinkan calon reseller agar mau menjual produk yang ia jual?

Mengedukasi calon reseller bahwa setiap produk yang dijual pasti ada jodohnya dan target marketnya. Tinggal kita mengupgrade ilmu dan mengupdate pengetahuan kita tentang produk serta ilmu marketing kita.

8. Bagaimana agar reseller semangat dan aktif berjualan serta mau mengerjakan tugas?

Reseller biasanya tertarik akan berbagai macam reward atau bonus. Anda bisa membuat challenge dengan reward-reward tersebut.

"Jangan lupa untuk terus melakukan afirmasi kepada diri sendiri, bahwa saya bisa, saya harus bisa, saya pasti bisa. Karena aura positif akan menular pada pada group kita."
(Yaya Yanti)

Kali ini, mentor Runi menjawab pertanyaan selanjutnya.



9. Bagaimana agar saya bisa menjadi percaya diri?

Proses menjadi seorang leader itu butuh perjuangan yang panjang. Biasanya mampu menjadikannya menjadi lebih percaya diri dibanding siapapun juga. Untuk mencairkan suasana kaku di dalam group, Anda boleh membuat cerita atau gambar lucu yang diposting di group.

10. Bagaimana menyikapi reseller yang tidak aktif yang masih tergabung dalam satu group dengan reseller aktif. Haruskah ada perlakuan yang  berbeda, sesuai dengan kebutuhannya?

Tidak perlu membuat 2 group terpisah, namun sebelumnya Anda bisa menanyakan sebelumnya secara personal, untuk mengetahui alasan dari mereka yang tidak aktif di dalam group. Karena dengan membuat group lain, hanya akan membuat group sebelumnya mati.

11. Bagaimana agar kita bisa percaya diri saat menyampaikan materi kepada reseller?

Kuasai materinya dan update ilmu terus
Anda bisa mendapatkannya dari kelas-kelas training atau dari membaca atau belajar dari para pebisnis yang berpengalaman melakukan sharing.

Jangan khawatir dengan pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Anda bisa memberitahukan reseller Anda bahwa Anda memang tidak bisa menjawabnya dan akan mencari tahu jawabannya segera.

12. Bagaimana mengatur kekurangan agar tidak menghambat diri?

Anda bisa koq mengakui pada team atau group yang Anda miliki tentang kekurangan Anda, meskipun Anda adalah seorang leader. Anda bisa meminta siapapun yang berada di group untuk membantu Anda.


Selanjutnya pertanyaan di jawab oleh mentor Sekolah Leader, Yuni.


13. Leader yang baik itu yang bagaimana sih? Tegas/galak dengan seabreg tugas atau yang bisa seperti teman, santai dan humoris

Sebelumnya silahkan tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda suka jika memiliki leader yang galak?
Leader yang baik itu tahu menempatkan diri dalam kondisi apapun.
Termasuk ketika Anda sadar bahwa Anda adalah tipikal orang yang jutek dan mudah bete. Anda bisa terus mengasah diri agar bisa menjadi leader yang lentur, semisal menyapa group dengan menggunakan emoticon-emoticon lucu untuk berkomunikasi.

14. Bagaimana memotivasi team setelah kita memotivasi dengan mereka berbagai cara?

Terus memotivasi setiap hari. Tidak ada kata jenuh, lelah atau ingin menyerah karena Anda adalah seorang leader. Jika teamnya banyak, bisa menggunakan fasilitas broadcast.


Waktu menunjukkan pukul 13.30 wib, pertanyaan-pertanyaan sempat terhenti, begitu melihat lagi group tersebut 2 jam kemudian, berderet pertanyaan kembali diajukan...

Waaaw...begitu antusiasnya para peserta Sekolah Leader bikin aku makin penasaran dengan kelas ini.

Itulah liputan hari pertama kelas Sekolah Leadership Batch 2. Masih ada 9 hari kemudian yang akan terus diliput, materi apa saja yang akan disampaikan? Jangan lupa untuk kembali ke blog ini ya!