Tuesday, June 8, 2021

Hari Kebersihan Menstruasi, Kenalkan Pada Anak Termasuk Anak LeLaki

"Bu, ini apa, ya, di celanaku? Kok cokelat-cokelat gitu?"

Teringat pertanyaan pertama yang aku ajukan pada ibuku puluhan tahun yang lalu, ketika mendapati fakta bahwa aku mengalami menstruasi..

Pengalaman menggunakan pembalut kain yang harus kucuci bersih setelah menggunakannya. Pengalaman mengunakan pembalut dalam keadaan terbalik karena tidak membaca cara pakainya dengan baik. Sampai pengalaman ngerasain malu dan panik karena rok sekolah biruku berubah warna menjadi ungu.

Pengalaman-pengalaman yang pernah aku lalui itu, insyaAllah enggak bakal dialami lagi oleh kedua anak perempuanku yang saat ini tengah masuk usia pra sekolah dan Sekolah Dasar. 

Masa lalu itu aku lalui karena memang pengetahuanku tentang menstruasi sama sekali tidak ada. Ibuku juga bukan orang yang mahir menjelaskan masalah ini dan tentu saja masih menganggapnya sebagai hal yang tabu. 




Ada Apa dengan 28 Mei?

27 Mei 2021 lalu, aku bersyukur karena bisa mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Mundhipharma Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) tentang "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi".

Acara yang dipandu oleh Novita Angie tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam. Yang memang diselenggarakan dalam memperingati Hari Kebersihan Menstruasi atau Menstrual Hygiene Day di seluruh dunia, yang jatuh tepat satu hari setelah webinar tersebut, ya, 28 Mei.

Buatku ini jelas pengetahuan baru yang bikin aku makin penasaran, kenapa masalah kebersihan terkait "penyakit" bulanan wanita ini harus dibahas. 

Menstruasi adalah Hal yang Normal

Rasanya semua orang tahu benar bahwa mens ya memang hal yang normal!

Ternyata enggak, itu cuma perkiraan aku. Karena memang enggak semua orang di dunia ini paham bahwa mens itu normal loh dan masih dianggap hal yang mengerikan dan menjijikan bahkan nggak tahu cara memperlakukan dirinya ketika ada di dalam kondisi tersebut.

Dengan rasa sakit, proses membersihkan setelah menggunakan pembalut, dan lain sebagainya.

Dari pembicara pertama yang diberi kesempatan menyampaikan materi, yaitu, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) MPH. Aku mulai melek dan mulai belajar merangkai kata, bagaimana kelak aku bisa menyampaikan hal penting ini pada gadis-gadis kecilku.

Bahwa menstruasi adalah benar-benar hal yang normal dan merupakan kondrat sebagai perempuan yang bisa melahirkan. Menstruasi adalah proses keluarnya lapisan dari dalam rongga rahim yang sedang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur, kelak setelah dibuahi hingga akhirnya bisa membentuk menjadi janin.

Karena nggak ada sel telur yang dibuahi maka lapisan itu bakal luruh ke dalam bentuk darah yang disebut menstruasi tadi. Dan ini akan terjadi setiap bulannya dengan siklus normalnya adalah 21 hingga 35 hari dengan durasi yang berbeda pada masing-masing individu, antara 3 sampai 7 harian.

Tapi umumnya, siklus menstruasi itu adalah 28 hari dengan durasi rata-rata di 5 hari. Dari angka itu juga akhirnya dicanangkan sebagai Hari Kebersihan Menstruasi. Tujuan dari peringatan hari tersebuta salah satunya adalah untuk membuka pengetahuan perempuan tentang MKM alias Manajemen Kesehatan Menstruasi. 

Ini sebetulnya kebiasaan yang sudah aku lalukan tapi ternyata ini adalah sebuah ilmu yang nggak boleh aku abaikan. 

MKM itu menyangkut banyak hal, salah satunya adalah kapan sebaiknya pembalut diganti, cara buang pembalut yang benar, sampe kebutuhan air bersih yang juga wajib diperhatikan.

Dan ternyata apa yang aku anggap simpel itu, kenyataannya nggak semua paham dan di Indonesia sendiri pengetahuan tentang MKM ini masih sangat rendah. Bahkan satu dari dua anak perempuan masih nggak tahu juga apa yang musti dilakukan ketika pertama kali mens mereka rasakan.

Byaaar...

Ternyata meskipun ini sudah zaman digital dan segala macam bentuk kecanggihan itu ada. Masih ada juga loh yang bisa jadi bakal mengalami apa yang aku alami dulu. Auto sedih kan dengernya.

Saatnya Bicara dengan Anak Perempuan

Pembicara kedua, yaitu Anna Surti Nina, S.Psi., MSI., Psikolog, bahwa kita yang sudah menjadi seorang ibu atau orang tua dari anak-anak perempuan, wajib memberitahukan mereka tentang menstruasi agar lebih siap menghadapinya terutama saat pertama kali datang. 

Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia wilayah Jakarta ini kasih tips keren buat para emak yang bakal duplikasi segera setelah anak-anak perempuanku menunjukkan kesiapan mereka mengenali masalah kewanitaan ini. 

Tahap pertama yang perlu diingat sekali bahwa ibu adalah sumber informasi yang paling tepat ketika harus menjelaskan menstruasi. Karenanya ibu juga harus mau mencari informasi sebanyak mungkin hingga bisa memberitahukan pada anak-anak perempuannya tentang mitos atau fakta terkait mens.

Sampaikan informasi dengan santai tanpa bermaksud mengurui agar anak pun merasa nyaman.

Lakukan secara berulang kali membicarakan masalah menstruasi ini, seperti apa yang harus dilakukan, perubahan mood, dan lain sebagainya. Ibu juga wajib selalu bersikap positif terutama ketika anak-anak menunjukkan emosi negatif ketika menanggapi berbagai macam isu pubertas yang memang sensitif sekali bagi para remaja.

Ibu juga harusnya bisa menjelaskan masalah mens ini dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dan yang nggak kalah menarik, ternyata informasi ini juga wajib dijelaskan pada anak laki-laki dengan tujuan, mereka bisa lebih menghargai saudara atau teman perempuannya.

Betadine Feminine Wash

Pernah nggak kamu membersihkan vagina dengan sabun mandi? 

Aku pernah dan takkan kuulangi lagi. Karena apa? Karena aku peduli kesehatan kewanitaan ini juga perlu dijaga dan salah satunya adalah dengan tidak menggunakan sabun mandi untuk membersihkannya. Karena kadar pH yang ada di sabun mandi nggak sama dengan kadar pH vagina.

Jadi pake sabun yang memang diciptakan khusu buat vagina, salah satunya adalah Betadine Feminine Wash yang punya banyak varian dan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Menyenangkan rasanya ikut webinar tersebut, jadi banyak mengerti tentang do and don't tentang menstruasi yang masih aku alami saat ini dan kelak akan dihadapi oleh anak-anakku, generasi penerusku. 






Saturday, June 5, 2021

Ngemil, Boleh Enggak, Sih?

dok.pexels.com

Ngemil itu bagian yang paling sulit aku hindari. Kalau bisa dibilang ngemil itu jadi "my middle name" yang sebetulnya 'pada awalnya' enggak kepengin dikenalin sama anak-anak. 

Tapi kenyataannya jelas sulit lah, secara aku memang enggak terlalu suka makan berat termasuk nasi putih dan ngemil mostly aku lakuin setiap hari. 

Aku juga tipikal yang suka jajan, apalagi di Bandung itu banyak banget penjual kaki lima yang jual makanan camilan yang rasanya enak-enak. Lagi-lagi aku juga enggak izinin anak-anak untuk melakukan hal yang sama. 

Enggak adil? 

Rasanya enggak juga karena dari hasil aku cicip di luar, akhirnya aku coba bikin sendiri di rumah dengan bahan dan cara masak ala aku. 

Setidaknya karena aku sendiri yang olah jadi lebih yakin bahwa makanan ini layak di makan anak-anak. Karena selain bahannya juga pilihan, peralatan masak, juga tangan yang digunakan dalam keadaan bersih. 

Apalagi di masa pandemi gini, stres rasanya mikirin segimana bersihnya makanan di luar sana, yang terpapar polusi karena memang jualannya di jalanan.

Walhasil aku semakin ketat sama apa yang dimakan anak-anak dan keluarga.

Jadi, 

Hampir setiap hari aku pasti ngisi kotak camilan dengan berbagai macam jenis makanan, termasuk buah-buahan dan camilan favorit mereka. 

dok.pexels.com


Ngemil, Boleh Nggak Sih?

Tapi sebetulnya boleh nggak sih ngemil itu? Trus kenapa juga ada istilah ngemil sehat? Apa itu artinya kita harus ngemilnya buah-buahan doang? 

Beberapa kali aku ikut webinar yang berhubungan dengan camilan yang diselenggarakan oleh komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Mondelez (perusahaan makanan dan minuman), ngemil itu boleh loh...dan itu sah-sah aja, selama kita memerhatikan beberapa hal, seperti:

- Enggak ngemil di saat tidak lapar 

Kalau kamu enggak ngerasa lapar, ya udah enggak usah iseng-iseng buka toples camilan. Karena begitu buka, biasanya perut auto ngerasa laper dan air liur juga keluar. 

- Porsinya nggak berlebihan

Begitu ngerasa laper, hayuk, buka toples camilannya dan ambil beberapa terus taruh di tempat lain baru dimakan. Jangan tergoda buat bawa toples dalam ukuran besar trus kamu camil di depan tivi atau sambil ngobrol. Walhasil, ngemil yang mustinya bisa sedikit, kamu nggak sadar berhasil ngabisin setoples besar. 

Apalagi kalau ngemilnya sambil ngobrol atau nonton tivi...ini bisa lebih bahaya lagi šŸ˜

- Memilih makanan yang cukup ringan dan tidak bikin kenyang

Nah, buat yang satu ini, usahain kamu cari camilannya jangan yang berat-berat. Kalo orang bule kan makan roti, kentang goreng, itu tuh bagian dari makan berat, harusnya kamu pun begitu. 

Jangan jadiin roti, kentang, bakso, apalagi soto (meski nggak pake nasi) buat jadi camilan, karena mereka itu semua masuknya ke dalam jajaran makanan berat.

Trus Ngemil Apa? 

dok.pribadi

Cari camilan hari gini banyak koq. Ini juga yang suka aku kasih sama anak-anak sebagai variasi selain buah. 

- Crackers

- Biskuit

- Keju slice

- Cokelat

- Es krim

- Jajanan yang dibuat di rumah, dll.

The Best Solution

dok.pribadi

Terus pernah nggak sih aku kehabisan ide dengan pilihan camilan? Dulu iyaa...ahahhah...apalagi kalau lagi males mikir dan capek.

Beruntungnya, masalah ini kayaknya nggak bakal aku lewatin lagi karena sekarang udah punya panduan yang nggak pernah kehabisan ide dengan menu camilan. 

Bahkan menariknya lagi, olahannya sendiri bisa didapat dari camilan yang biasa aku kasih buat anak-anak. 

Yes, this is it...

http://snacks-desserts.id/ adalah situs milik PT. Mondelez Indonesia yang ngeluarin produk- produk favorit aku sekeluarga. 

Kamu harus coba lihat situs di atas, karena di sana resep yang ditampilan banyak banget dan enggak cuma terbatas sama camilan tapi juga dessert sama makanan berat. Kereeeen! Pasalnya bahan-bahannya ya itu tadi...favorit aku semua. 

Keju kraft semua varian, Oreo yang suka jadi rebutan, Rits favoritnya paksu, Cadbury mah kesukaan semua anggota keluarga. Udah pas pake kebangetan deh ini situs. 

Apalagi tampilannya yang bikin seger di mata. Begitu kamu akses situsnya, warna ungu nan elegan udah langsung nampak di depan mata. Abis itu kamu akan disuguhi berbagai macam pilihan resep yang bisa dipilih sesuai dengan kategorinya. 

Dari setiap resep yang ditampilkan, kamu bisa lihat tingkat kesulitannya, lama bikinnya, sampe step by step pengolahannya yang gampang banget diikutin. 

Trus siapa yang bikin resepnya? Wih, jangan maen-maen, kamu bisa nemuin resep dari tiga selebrity chef ternama di Indonesia, yaitu Chef Norman Ismail, Chef Yackikuka, juga Chef Henji Wong.

Udah deh, komplit, spesial pake telor segerobakšŸ‘„šŸ‘„, kamu bisa dapetin resep menarik di situs tersebut dan jangan lupa, login dan daftar jadi membernya biar nanti bisa dapet notifikasi-notifikasi penting. 

Sekarang aku mau lanjut bikin camilan sempol ayam yang resepnya juga bisa aku dapetin di situs. Mantep...nggak pake jajan lagi camilan ini...







Sunday, April 4, 2021

Peliknya Masalah Rokok, Orang Terdekat adalah Role Model-nya



Senin, 29 Maret 2021, aku diberi kesempatan untuk bisa ikut acara zoom yang diselenggarakan oleh KBR dengan tema "Rasionalisasi Kebijakan dan Optimalisasi Pengawasan Harga Pasar Rokok" 


Webinarnya sendiri dimoderatori oleh Aditya Laksamana Muda (Pemred beritasatu.com).

Sementara narasumbernya sendiri ada empat orang, mereka adalah: Adi Musharianto

((CHED) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta), Rama Prima Syati Fauzi

(Analisis Kebijakan Madya Kedeputian Peningkatan Kualitas Kesehatan dan PK, Kemenko PMKW), Wawan Juswanto (Analisis Kebijakan Madya, Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan RI, dan Dr. Risky Kusuma Hartono (Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI))


pixabay.com


Rokok, yay or nay? 


Buat aku jelas nay banget, tapi nyatanya memang ini adalah masalah yang nggak ada habis-habis dibahas dan nggak pernah selesai. 


Karena apa? Jelas banyak faktornya. 


Meningkat dari Tahun ke Tahun


Seperti diungkapkan pak Aditya bahwa memang pengguna rokok adalah kalangan bawah, para pelajar dan mereka yang masih berusia muda. Yang sebenarnya adalah orang-orang yang "mungkin" akan kesulitan untuk menyisihkan dana apabila mengidap penyakit yang diakibatkan oleh rokok tadi. Sementara pelajar? Jelas mereka nggak punya uang sendiri buat biaya ke dokter.


Mengerikannya jumlah ini terus meningkat dari ke tahun. Data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2013, populasi perokok berusia 10 -18 tahun adalah 7,2% dan 5 tahun kemudian, tepatnya 2018, jumlahnya menjadi 9,1%.


Usia pelajar yes, seusia anak sulungku. Pernahkah kamu membayangkan anakmu sendiri melakukannya? Kira-kira apa reaksi yang akan kamu tunjukkan pada mereka? Orang yang kamu kasihi...


The Reason, Why?


Tapi sebetulnya apa, sih, yang membuat "kalangan ini" tetap mencintai rokok dan dekat dengan barang yang sebetulnya satu langkah lagi menuju narkoba ini? 


Aku pernah bicara dengan beberapa orang yang memang pecandu rokok dan mereka adalah perempuan, ibu dari anak-anak yang bersiap untuk menggantikan tugasnya. Anak-anak yang disebut sebagai generasi berikutnya yang seharusnya adalah pribadi-pribadi yang jauh lebih baik, tapi berkaca pada seorang "guru" di rumah dengan cara yang salah.


Ibu, ayah adalah contoh terdekat dari anak-anak yang kelak akan meniru tingkah dan lakunya. Terutama ibu yang mendapat julukan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. 


Ia, mereka, memutuskan untuk menyesap beberapa batang rokok dalam satu hari karena, 

- Bisa menahan rasa lapar

- Bisa menghilangkan stres

- Didukung lingkungan sekitar


Menurutku apa pun alasan yang diungkapkan oleh mereka. Artinya mereka sama sekali nggak punya hak dan menuntut anak-anaknya bisa jadi lebih baik darinya. 


"Jadi bu...jangan pernah marah kalau someday, you find someone act like you...and they are your son or your daughter." Karena kacanya adalah orang tua.


Selain mencontoh dari orang tua, alasan lainnya adalah karena jumlah iklan rokok sama banyaknya dengan jumlah kedipan mata. 

Nggak cuma di tivi, di warung, di radio, di jalan raya, iklan-iklan rokok segede-gede gaban terpampang nyata. 


Meski iklan disertai dengan gambar yang cukup mengerikan (gambar leher berlubang), tapi pada kenyataannya enggak cukup bikin para perokok jera. 


Karena apa lagi?

Karena cara dapetin rokok itu gampang.

Karena rokok itu murah

Karena dengan uang recehan pun bisa didapat.


Back to Zoom


Even seperti yang dikatakan pak Aditya lagi, berdasarkan Peraturan Kementrian Keuangan No.198/PMK.010/2020 mengenai Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang salah satu klausulnya menyatakan bahwa harga jual di tingkat perokok tidak boleh kurang dari 85% dari harga eceran yang tertera di bungkus rokok.


Pada kenyataannya, masih banyak rokok yang dijual di luar ketentuan tersebut. 


Pemaparan dari Para Narasumber



Mendengar penjelasan dari pembicara pertama yaitu bapak Wawan Juswanto, yang memaparkan beberapa hal terkait rokok. Salah satunya adalah jumlah perokok yang mengalami peningkatan terutama untuk kamu perempuan dan anak, serta remaja. 


Beliau juga mengungkapkan bahwa bea cukai rokok mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Termasuk kebijakan pemerintah di tahun 2021 ini untuk tidak menaikan cukai khusus untuk SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang bertujuan untuk melindungi petani dan tenaga kerja rokok linting.


Singkatnya penjelasan dari bapak Wawan ini terkait dengan kebijakan pemerintah atas Harga Transaksi Pasar atau HTP yang seharusnya tidak berada di bawah 85% dari HJE tadi. 





Lanjut ke pembicara yang kedua yaitu bapak Rama. Di sini aku bisa mengambil beberapa poin, termasuk salah satunya seperti yang sudah aku singgung juga di atas.


Bahwa benar adanya jika orang tua yang notabene adalah orang dewasa kadang nggak bijak dengan aturan penerapan kawasan bebas rokok, dan peniru itu (anak-anak) bersiap untuk menyerap dengan baik kebiasaan yang dilihatnya tersebut.


Berikutnya disinggung pula mengenai kesenjangan  PP 109 tahun 2012. Peraturan Pemerintah ini sebetulnya mengatur tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.


Kesimpulan penjelasan pak Rama diperjelas dalam slide yang ditampilkan di bawah ini. 



Dari penjelasannya, aku tahu bahwa pembelian rokok di rumah tangga itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pembelian protein untuk anak-anak. What!


Ini dibuktikan dengan jumlah stunting yang juga tinggi di beberapa wilayah di Indonesia karena orang tuanya adalah perokok.


Jadi sebetulnya keluarga kalangan perokok itu bisa dengan sangat memenuhi kebutuhan anak-anaknya, seandainya mereka tidak merokok…


Berlanjut pada pembicara yang ketiga yaitu bapak Adi, CHED ITB Ahmad Dahlan yang memaparkan berbagai hasil analisis terkait rokok yang berhubungan dengan HTP dan HJE.

Berikut ini beberapa slide materi yang beliau sampaikan.








Menurutnya HTP 85% baiknya tetap dipertahankan dengan kemungkinan akan naik di tahun-tahun berikutnya secara bertahap.


Dr. Risky sebagai pembicara terakhir berkesempatan menyampaikan beberapa hal terkait Optimalisasi Pengawasan Konsumsi Tembakau di Indonesia.












Kesimpulan webinar ini adalah:

- Menurunkan prevalensi perokok anak dan remaja

- Intervensi pemerintahterhadap harga rokok 

- Peninjauan kembali 2017 ditinjau kembali terkait htp 

- Penyederhanaan tarif cukai


Rumit, ya, lumayan ngejlimet ketika mendengar pemaparan yang cukup panjang dari para narasumber ini. 


But, aku ngerasa senang bisa mendengarkan selama kurang lebih 1.41 menit untuk ngebuka wawasanku sebagai seorang ibu dari calon generasi penerus yang ingin hidup mereka lebih baik, lebih sehat, lebih bermanfaat.


Setidaknya dari tugas aku sebagai ibu, bisa membantu menekan kenaikan perokok terutama pada usia muda, karena aku bisa berperan dan membantu anak-anakku untuk sibuk dengan hal lain ketimbang melibatkan hidup dengan rokok.


Buat kamu yang mau tahu lengkapnya kek apa, webinar yang aku ikuti, bisa lihat langsung di channel KBR ini ya...



Thursday, December 31, 2020

Goodbye 2020 Goodbye Corona, We Hope So...

 31 Desember 2020, Pukul 21.16 WIB


Iyess, semua orang tahu betul kalau tanggal 31 di bulan Desember itu artinya hari terakhir di setiap tahunnya. Itu artinya besok, sudah masuk di tanggal 1 Januari tahun 2021 Masehi. 

Enggak cuma aku, kamu, dia, mereka, pastinya tahu betul kalau 2020 memang tahun Corona. Tahun yang cukup luar biasa dan jauh di luar perkiraan. 

Tapi ya, inilah hidup, rencana itu hanya milik manusia, sementara keputusan itu milik Sang Maha Kuasa. 

Mulai bulan Februari 2020, saat pandemi mulai diumumkan, aku dan paksu memutuskan untuk bener-bener nggak ke luar rumah. Sesekali masih dilakukan itu pun dengan segala ketakutan. Begitu juga waktu anak pertamaku berhenti sekolah seperti biasa dan mulai belajar daring. Semakin jauh lah kami dari kegiatan di luar rumah. 

Di artikel sebelumnya, aku pernah posting. Kalau iya memang, kami sekeluarga sebetulnya bukan tipikal pekerja di luar rumah. sudah sejak lama kami terbiasa bekerja secara online, pekerjaan suami di remote semuanya dari Bandung. Pekerjaan aku yang ibu rumah tangga, nyambi jualan online, bertemu dengan komunitas baru secara online pula, membuat kebutuhan kami akan dunia luar semakin berkurang. 

Hidup dan bekerja menghadapi gadget bukan hal asing. Tapi tetep aja nyesek begitu harus ke luar ruma tapi segala macam atribut kesehatan harus dipake, sambil tetep was-was. Membatasi ketemu dengan sahabat, kerabat, juga keluarga lain.

Apa mau dikata, sekali lagi ini adalah kehendak-NYA. Lihat terus dari sisi positifnya yang ternyata sunggu luar biasa. Mencoba berdamai dengan keadaan, meski sekali lagi nyesek, Gimana enggak karena salah satunya yang cukup berasa adalah menguapnya penghasilan. Semuanya benar-benar jatuh ke titik nol bahkan minus.

Iya bener, bahwa kita semua mengalami hal yang sama. Ini yang bikin aku tetep bersyukur karena ditengah kekalutan masih bisa eling dan mengingat Sang Pencipta. 

Di hari ini, aku berharap, semua akan segera berlalu, semua orang kembali sehat, semua orang kembali beraktivitas tapi dengan aturan yang lebih baik. Karena ternyata, enggak pernah ada yang salah dengan hidup bersih, hidup sehat, 

Ahh..aku ini ngeracau apa siik?

Enggak tau apa yang mau ditulis, yang pasti ini adalah tulisan terakhir di tahun 2020.

Dengan penuh harap, 

2021, kita semua masih diberi kesempatan untuk hidup, hingga bisa berguna setidaknya untuk diri sendiri atau keluarga. Selebihnya, ingin bisa terus bermanfaat bagi orang lain, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Allah beri. 

Dimampukan mengapai semua impian, cita dan harapn. Aamiin

Izinkan aku ucap maaf, izinkan aku ucap terimakasih...

Goodbye 2020...



Wednesday, November 11, 2020

Sejarah dan Fakta tentang Sambal di Indonesia


dok.pribadi

Bagi sebagian besar orang,  sambal adalah teman makan nasi yang bisa menambah selera makan. Ini karena cita rasanya yang pedas, yang berasal dari penggunaan bahan dasarnya yaitu cabai. Tidak hanya itu, berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang berkaitan dengan sambal terutama di negeri tercinta kita ini.

Fakta yang Pertama

Di Indonesia, telah dikenal lebih dari  ratusan macam sambal. Hal Ini dikarenakan,  setiap daerah di negara ini memang memiliki sambal dengan cirinya khasnya masing-masing.

Seperti di Jawa Barat misalnya, di sini kamu bisa menemukan berbagai macam jenis sambal, seperti sambal goang, sambal oncom, sambal tomat hijau, sambal kencur, dan masih banyak lagi.

Sementara di Jawa Timur, kamu pasti mengenal sambal bajak, sambal pecel, atau sambal tempong yang asli Banyumas.

Kemudian bila kamu berkunjung ke Makassar, kamu pasti akan menemui sambal dabu-dabu. Sambal ambaring, hingga sambal terasi khas Makassar yang dimakan khusus dengan pisang peppe.

Itu dia sedikit contoh sambal yang bisa kamu ketahui, semantara jika kamu berkunjung Ke wilayah lainnya di seluruh penjuru negeri ini, dijamin kamu juga akan menemukan jenis sambal menarik lainnya.

Fakta yang Kedua

Dari sekian ratusan jenis sambal yang ada di negeri ini, nyatanya. Sambal bukanlah makanan asli Indonesia.

Seorang sejarawan kuliner, Fadly Raman mengatakan bahwa pada zaman prasasti kuno, makanan pedas ini telah dikenal di Indonesia. Namun rasa pedas yang dihasilkan, bukanlah berasal dari cabai. Jahe adalah penyebabnya.

Kemudian selain jahe, bahan untuk memedaskan sambalpun berkembang. dengan penggunaan cabai jawa atau Java Long Pepper. Tanaman yang menyerupai cabai ini merupakan tanaman obat yang memiliki rasa pedas yang tidak terlalu menyengat atau panas, dan sekilas rasanya mirip dengan lada hitam.

Selain jahe dan cabai jawa, sambal pada jaman prasasti juga menggunakan andaliman. Andaliman sendiri merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak ditemui di daerah Sumatera Utara. Aromanya seperti buah jeruk namun memiliki cita rasa pedas. Karenanya andaliman juga dikenal sebagai merica batak.

Fakta yang Ketiga

Dari segi bahan dasar, sambal di Indonesia akhirnya mengalami perubahan. Ini terjadi di sekitar abad ke 16 Masehi. Di mana kala itu bangsa Portugislah yang membawa tanaman cabai ke Indonesia.

Cabai sendiri, dianggap berasal dari Meksiko atau Peru, baru kemudian menyebar ke daratan Eropa, kemudian ke Hindia, dan baru kembali lagi ke Eropa.

Bahkan di Meksiko sendiri, ada lebih dari 100 macam jenis cabai. Namun dari sekian banyak jenisnya, yang terkenal ada sekitar 12 jenis. Yang terdiri dari cabai pedas dan cabai manis.

Cabai manis di sini bukan berarti cabainya terasa seperti gula, namun kadar pedasnya tidak terlalu pedas, bila dibandingkan dengan cabai pedas. Di mana ketentuan kadar pedas atau tidaknya sebuah cabai akan ditentukan dalam satuan SHU atau Scoville Heat Unit. Dan ukuran minimal kepedasan cabai itu minimal di 480.000 SHU.

Terlepas dari asal usul cabai yang berasal dari Portugis, terdapat fakta lain yang juga mengatakan. Bahwa cabai merupakan makanan yang sudah diperjual belikan di masa Jawa Kuno. Fakta ini disebutkan oleh seorang Arkelog, Titi Surti Nastiti, dalam bukunya yang berjudul Pasar di Jawa Mataram Kuno, Abad ke 7 hingga 14.

Yang menyatakan bahwa terdapat teks Ramayana yang menyebutkan perihal cabai yang telah dikenal sejak abad ke 10.


Fakta yang Terakhir

Pada zaman kolonial Belanda dulu, asisten rumah tangga yang pandai membuat sambal, merupakan pekerja yang akan mendapatkan gaji paling tinggi dan mahal.

Kepopulerannya sendiri, tidak terlepas dari ahli kuliner yang cukup berpengaruh pada masa itu, yaitu Catenius Van der Meijen. Perempuan bangsawan tersebut ditemani oleh asistennya akan bertugas menyiapkan aneka hidangan bagi seluruh anggota keluarga. Ia sangat ahli membuat sambal dan mampu membuat beraneka macam jenis sambal.

Ini pula yang akhirnya membuat Catenius mengumpulkan semua resep sambalnya kemudian dibukukan.

Dan berikut ini adalah jenis sambal yang pernah dibuatnya, bahkan beberapa nama sambal terkenal hingga saat ini, meskipun mungkin telah mengalami modifikasi.

Sambal tersebut adalah, Sambal ulek (oeloek), sambal telur, sambal serdadoe, sambal banjak, samba brandal, dan masih banyak lagi jenis sambal lainnya.

Itu dia beberapa fakta tentang sambal di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Semuanya sangat menarik bukan? Dan dari sekian banyak jenis sambal yang ada, manakah jenis sambal yang paling kamu sukai? Jangan lupa, sesuaikan rasa pedasnya agar tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuhmu.





Sampai ketemu lagi, Assalamualaikum.

 

 

 

 

Sunday, July 5, 2020

Tidak Hanya Membuat Makanan Jadi Sedap, Daun Oregano Ternyata Punya Segudang Manfaat

dok. blog.regopantes.com

Aku yakin banget kalau kamu tahu pasti apa itu oregano. Apalagi kalau kamu orang yang suka masak makanan-makanan Italiano. Pasta, pizza dan lain sebagainya pasti masukin bumbu yang satu ini sebagai bahan wajibnya.
Oregano sendiri biasanya digunakan fresh atau yang udah dikeringin. Keduanya sama sedepnya. Cuma kalau di Indonesia sendiri kayaknya memang jarang nemuin herbs ini secara segar kecuali mereka yang memang nanem pohonnya.
Tapi, tahu nggak sih kamu?
Kalau ternyata oregano ini masih punya segudang manfaat lain bahkan lebih dari sekadar dugaan. Cari tahu, yuk! Apa sajakah kelebihannya...

Kaya Nutrisi
Oregano ternyata mengandung banyak nutrisi seperti Kalsium/, Magnesium, Pottasium, Mangan, Vitamin E, Vitamin K dan kaya akan serat.

dok. sehatq.com

Bisa Mencegah Berbagai Macam Penyakit

Daun yang masih satu family dengan daun mint ini juga mengandung bahan aktif beta-caryophyllin serta kalsium yang bisa membantu mengurangi gangguan pada tulang, seperti osteoporosis. Selain itu, daun ini juga memiliki agen antikanker yang bisa mencegah atau memperlambat perkembangan sel kanker.
Nggak cuma itu, si daun wangi yang juga dibikin kapsul ini bisa digunakan buat pengobatan tradisional, kalau kamu mengalami pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan sampai bronkhitis. Kalau kamu juga pernah ngerasain mual berkepanjangan, menghirup aroma daun ini juga bisa menjadi obat yang mujarab.
Kandungan lain dari oregano adalah terdapatnya kandungan asal lemak Omega 3 yang bagus banget buat kesehatan jantung, buat menyeimbangkan kadar kolesterol sampe buat ngejaga kesehatan ginjalnya kamu;. Ada juga penelitian yang mengemukakan bahwa kandungan asam rosmarinat dan timol yang ada di dalamnya bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh, lho! Keren ya!

Antibakteri
Masih ada lagi manfaat oregano yang perlu banget kamu tahu. Kandungan carvacrol alami yang ada di dalam daun ini ternyata memiliki peran sebagai antibakteri juga antiinflamasi yang bisa banget melawan bakteri patogen yang biasanya menjadi biang keladi dari terjadinya keracunan.
Kalau kamu bisa nemuin minyak esensial dari oregano, sebaiknya kamu simpan baik-baik. Karena ternyata, minyak tersebut efektif banget digunakan untuk mengatasi macem-macem infeksi jamur yang bisa kapan aja datang dan menyerang tubuh.

dok.parenting.orami.co.id
Kecantikan
Nah, ini dia nih hang pasti ditunggu banyak perempuan. Berkaitan dengan kecantikan, minyak dari oregano juga bisa digunakan buat mengatasi berbagai masalah kulit, dari mulai kulit berjerawat, kulit kemerahan, bentol, bengkak sampai perihal selulit.
Saking hebatnya daun ini, nggak sedikit produk kosmetik yang pake daun ini karena bisa membantu mencerahkan kulit wajah dan membantu mencegah penuaan dini. Nggak cuma itu, kalau kulit kepala kamu juga berketombe, bisa juga pake minyak essensial oregano untuk nyembuhinnya.

Nah, itu dia beberapa manfaat dari daun oregano yang perlu kamu ketahui. Masih ada satu lagi loh yang perlu kamu tahu, kalau daun ini kamu konsumsi dengan porsi yang cukup bisa banget membantu kamu menurunkan berat badan. Itu karena kandungan carvacrol yang ada dalamnya bisa membantu mencegah penimbunan lemak.
Wah, takjub deh sama daun wangi ini...Kamu coba juga yuk!

Thursday, April 30, 2020

Menjadi Hebat dengan Belajar di Sekolah Leader



30 April 2020 adalah hari ke sebelas atau hari di mana para leader yang tergabung di kelas Sekolah Leader Bacth II melakukan evaluasi.

Evaluasi atas hasil belajarnya selama 10 hari di kelas online yang diselenggarakan Indscript di Telegram. Total peserta yang ada dikelas mencapai 380an orang dan Sekolah Leader ini adalah yang kedua kalinya, setelah sebelumnya kelas serupa diselenggarakan pada awal April 2020.

Kelas ini diperuntukkan untuk mereka yang memang mau jadi atau telah menjadi seorang leader. Leader di sini adalah mereka yang telah memiliki sejumlah partner kerja yang berada di bawahnya karena ia rekrut atau memang meminta sendiri untuk masuk ke dalam timnya.

Sekolah Leader sendiri dibuat untuk memenuhi kebutuhan belajar para leader. Di mana pada setiap sesi kelas tersebut, terdapat sejumlah materi dan juga tugas yang harus diselesaikan oleh para peserta.




Adapun mentor yang mengawal kelas Sekolah Leader adalah perempuan-perempuan hebat yang telah menjadi leader sebelumnya di Indscript. Dan sudah pasti ada peran langsung dari founder Indscript, yaitu Indari Mastuti.


Kemudian berikut ini adalah profile para mentor yang mendampingi selama kelas berlangsung;








Sekolah Leader ini sepertinya akan menjadi kelas reguler yang di selenggarakan Indscript. Belum dapat info sih kapan Bacth III nya akan dimulai. Sementara kalau lihat Bacth I nya sendiri, dimulai di awal april, atau hanya berjarak sekitar 2 mingguan saja.

Materi yang disampaikan setiap hari pada pukul 07.00 WIB menggunakan audio ini memang sarat ilmu. Seperti di hari pertama misalnya;

Baca juga Sekolah Leader Part I di sini

Di hari pertama, peserta diminta untuk mau jujur pada diri sendiri untuk memaparkan apa kelebihan serta kekurangan dirinya sebagai seorang leader. Hal ini sebetulnya cukup berat karena artinya kamu harus benar-benar mau memetakan diri sendiri. Karena seorang leader yang hebat ternyata benar-benar harus tahu bagaimana caranya memoles kelebihan yang ia miliki tanpa merutuki kekurangan yang ia miliki.

Kemudian yang menjadi catatan adalah bahwa "Leadership itu bukan bakat tapi proses". Pastinya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar agar bisa menjadi leader hebat yang dicintai jaringannya. Proses inilah yang kadang atau belum tentu semua orang sanggup melakukannya.

Setelah melakukan penggalian diri di hari pertama, di hari berikutnya para leader mulai masuk ke area jaringannya. Di sini peserta Sekolah Leader harus mau melihat, sebetulnya apa yang membedakan jaringannya dengan jaringan yang lainnya.

Baca juga Sekolah Leader Part II di sini

Di dunia bisnis ini, tidak hanya mereka yang bergelut di MLM (Multi Level Marketing) saja yang memiliki jaringan. Namun mereka yang juga mau bisnisnya berkembang dengan lebih cepat, maka sebaiknya digunakan metode jaringan ini. 

Nah, untuk memikat hati agar orang mau bergabung dengan sebuah tim, di sini pula tugas leader dinanti, karena ia akan memperlihatkan kepada khalayak ramai bahwa dari sebuah bisnis yang sama, bisa terdapat sebuah tim yang bisa menghasilkan omzet yang berbeda karena kemampuan timnya yang juga berbeda. 

Beberapa tugas diberikan kepada para leader untuk diselesaikan pada hari itu juga atau dikemudian harinya, yang kemudian akan di bahas juga dikoreksi oleh para mentor.

Di hari kedua, aku juga menangkap bahwa, "Menjadi seorang leader itu tetap harus bisa dikritik dan tetap mau melakukan evaluasi dan selalu merencanakan ide-ide baru."

dok. Busy.org

Kemudian di hari ketiga,

Baca juga Sekolah Leader Part III, di sini

Para leader diberikan materi tentang bagaimana memenej kepemimpinan. Terdapat beberapa strategi yang harus dilakukan, seperti bagaimana mengembangkan sebuah jaringan, perbaikan jaringan, strategi untuk mencapai target hingga strategi penyempurnaan langkah.

Nyatanya memang banyak strategi yang harus dilakukan, termasuk bagaimana caranya membangunkan jaringan yang tidak produktif alias mati suri. Mengakui bawah jaringannya bermasalah itu juga bukan perkara mudah karena sekali lagi, leader dituntut untuk mau jujur.

Lanjut ke hari keempat, 

Baca juga Sekolah Leader Part IV di sini

Setiap orang bisa saja mengalami stress, begitu juga dengan seorang leader yang justru memiliki kecenderungan stress yang tinggi karena tingginya beban dan tuntutan pekerjaan. 

Mengelola stress juga ternyata butuh beberapa langkah, seperti bagaimana seorang leader mampu meletakkan cara pandang yang tepat pada setiap masalah. Kemudian bagaimana bisa mengatur ulang kebiasaan-kebiasaan yang sebetulnya jika dibiarkan terus, hanya bisa memancing stress. 

Membuat manajemen waktu merupakan to do list yang wajib dibuat seorang leader. 

dok.cleanpng.com

Personal Branding adalah materi selanjutnya yang dipelajari di hari kelima, 24 April 2020.

Personal Branding sama sekali berbeda dengan pencitraan diri yang hanya akan berfokus pada bagaimana caranya memenuhi keinginan orang lain. Personal branding di sini lebih kepada, bagaimana seorang leader mampu menggali setiap keunikan yang dimiliki sehingga akhirnya orang bisa mengenal kelebihan diri.

Baca juga Sekolah Leader Part V di sini

Tugas para peserta Sekolah Leader, Indscript diminta untuk benar-benar menggali, sebetulnya apa yang membuat dirinya serta jaringannya berbeda. Jika belum menemukannya, di sini juga tugas leader kembali di uji.

Dan, pada kelas yang sama di hari berikutnya, materi yang disampaikan adalah mengenai, "Sejauh mana orang mengenalku"

Pada hari tersebut para peserta diminta untuk mulai melakukan riset, untuk mengetahui apakah orang lain mengenalnya, sebagai apa orang mengenalnya kemudian bila dikaitkan dengan produk yang dijual, sudahkah orang lain mengenal produk dan kelebihan produk tersebut, hingga melakukan riset mengapa orang lain akhirnya mau bergabung dengan jaringan yang dibentuknya.

Baca juga Sekolah Leader Part VI di sini

Selanjutnya hari berganti dan masuk di hari ketujuh. Mampu mengelola mood yang kadang naik turun juga sebaiknya dimiliki oleh setiap leader. Mulai dari mengetahui apa penyebab munculnya bad mood, kemudian bagaimana menemukan cara agar mood kembali membaik.

Bagaimanapun juga, sifat sebuah jaringan akan meniru karakter dari leadernya itu sendiri. Leader juga pasti tidak mau jika mood jaringannya buruk yang kemungkinan besar akan berimbas pada merosotnya pendapatan.

Adapun tugas yang harus diselesaikan oleh para leader di hari itu adalah menelaah beberapa hal, seperti apa yang membuat mood menjadi buruk, bagaimana mengubah mood negatif menjadi kembali positif, kemudian menceritakan sebuah kegagalan sekaligus kebijakan yang diambil saat sebuah program kerja tidak berjalan sebagaimana mestinya. dan tugas yang keempat, bagaimana menyikapi sebuah tantangan atau kesulitan yang datang, serta alasan yang membuat ia tidak mau menyerah mengembangkan jaringan yang dikelolanya.



2 Hari menjelang berakhirnya kelas Sekolah Leader yang diselenggarakan di dua kelas di Telegram (Satu khusus materi, satunya lagi khusus untuk diskusi). Materi yang disampaikan oleh mentor Runi Adriyani. Di sini para peserta dibagikan materi berkaitan dengan bagaimana seharusnya seorang leader berbicara terutama di hadapan jaringannya.

Even bisnis yang dijalankan itu online, tapi tidak menutup kemungkinan leader akhirnya akan bertemu dengan jaringannya dan lebih banyak orang lagi dan dituntut untuk bicara di depan mereka. Eh, bahkan online pun masih bisa menjangkau jaringannya dengan membuka kelas online yang disampaikan secara video. Jelas di sini kemampuan leader untuk memperlihatkan skill public speakingnya sangatlah dibutuhkan.

28 April 2020, ini adalah hari ke sembilan di mana kelas Sekolah Leader masih terus berlangsung,

Materi yang disampaikan berkaitan dengan bagaimana membangun semangat pada jaringan yang melemah. Kemudian bagaimana menyampaikan target dengan cara yang juga menyenangkan.

Memotivasi jaringan memang tugas berat lainnya yang harus dipikul seorang leader. Bahkan, leader juga sebaiknya bisa menyentuh setiap orang yang ada di jaringannya secara personal. Tujuannya agar lebih tahu, motivasi apa dari masing-masing pribadi yang membuat mereka mau bergabung dengan dirinya.
Hingga akhirnya leaderpun dituntut lagi melakukan strategi agar jaringannya bisa kembali bangkit dan lebih bersemangat.
Yang menarik, di sini juga ditekankan, bahwa leader itu bisa koq bikin program kerja atau melakukan strategi yang telah disetujui oleh anggota di jaringannya.


Hari kesepuluh Sekolah Leader, 29 April 2020.
Materi yang disampaikan oleh teh Indari dan dilanjut mba Yaya Yanti yang juga leader dari kelas online BOW (Bimbingan Optimasi WA) ini menyampaikan tentang bagaimana membangun antusiasme serta mendesain mimpi.
Setiap leader sebaiknya tetap antusias untuk melakukan berbagai hal baik, seperti belajar, menyusun berbagai strategi dan yang lainnya. Kebiasaan ini pula, yang sekali lagi pasti akan ditiru oleh jaringannya.
Selanjutnya materi yang disampaikan berkaitan dengan mimpi. Impian. Setiap manusia memang sebaiknya tetap memiliki impian dan karena impianlah hidup menjadi lebih bergairah. Dan leader yang baik juga tetap memiliki impian, tidak hanya terkait dirinya namun juga jaringannya.
Merancang mimpi itu mudah karena bermimpi itu memang gratis. Tapi karena gratis itu pula nggak bikin semua orang peduli dengan impiannya. Karena untuk membuktikan impian itu bisa terwujud, ada beberapa tahahaoan yang juga harus dilakukan.
Dimulai dari menuliskan impian, bisa di dreamboard atau buku impian. Kemudian petakan impian secara detail dan kejar impian itu melalui langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya.
Di materi terakhir, leader tetap diberikan tugas mengenai impian, seperti menjabarkan impian apa yang ingin diraih, hambatan yang menghadang impian kemudian apa yang dilakukan saat hambatan itu datang hingga tugas membuat voice yang memotivasi jaringan agar mau terus berjuang meraih impian, setelah sebelumnya leader tahu impian dari jaringannya. Tugas yang terakhir adalah menyantumkan, hal baru apa yang ingin dipelajari agat bisa menjadi leader yang terdepan.
Dan di hari ke sebelas, di mana hari evaluasi untuk seluruh peserta Sekolah Leader, ada 3 hal yang ditugaskan pada mereka. Seperti, menyebutkan apa yang telah dipelajari, action yang sudah dilakukan hingga menyebutkan 3 hal yang sulit dilakukan.
Ah, senangnya bisa mengikuti kelas Sekolah Leader selama 11 hari ini. Rasanya enggan juga meninggalkan kelas karena aku masih bisa mempelajari berbagai treatment yang disuguhkan di sana.


"Artikel ini dibuat setelah aku mengikuti kelas Sekolah Leader Batch II yang diselenggarakan Indscript, pada 20 April 2020 hingga 29 April 2020."


Sekolah Leader, Tempatnya Belajar Para Leader Hebat Part VII

Sekolah Leader
Liputan hari ke 7
Minggu, 26 April 2020

Apa kabarnya hari ini. Semoga keberkahan selalu menjadi milik kita semua. Terhindar dari segalam macam penyakit dan musibah.

Oraaait, tudey aku juga masih punya tugas buat ngeliput kelas Sekolah Leader yang tinggal hitungan jari ini dan materi hari ke 7 adalah mengenai;


  • Motivasi dan tekad
  • Kelola mood
  • Apa yang aku takutkan dan khawatirkan?
  • Bagaimana menghadapi tantangan dan kesulitan
  • Apa yang membuat aku tidak menyerah mengembangkan jaringan

Di hari ketujuh ini teh Indari menceritakan pengalamannya mengeluarkan produk baru. Di mana pada Januari 2020, ia dan timnya telah menelurkan produk baru yaitu, BUKUIN AJA. Ternyata, program ini diluar dugaan karena orderan benar-benar meledak dan membuatnya ia kebanjiran order.

Sayangnya, ia dan tim tidak siap karena memang kekurangan tim. Sehingga banyak pekerjaan yang molor kemudian hasil yang di bawah ekspektasi hingga membuat moodnya sebagai leader dan founder sempat swing. Akhirnya membuatnya sempat kurnag bergairah yang memperburuk moodnya.

Akhirnya, yang ia lakukan adalah mulai mengatur strategi. Dari situ ia mulai mencari apa yang menjadi pemicu mood menjadi lebih buruk hingga mencari kunci untuk mengatur ulang mood. Dan ini bukan perkara mudah.

Ia mengaku bahwa ini bukan kali pertama ia melakukan kesalahan. Di mana banjir orderan juga pernah terjadi di tahun 2009-2010.

Hingga akhirnya muncullah kebijakan-kebijakan baru yang harus berani ia lakukan. Seperti menutup layanan BUKUIN AJA di mana penulis hanya mengeluarkan dana 300ribu saja bisa menjadi sebuah buku solo.

Dari kesalahan-kesalahan yang sudah  dilalui, akhirnya seorang leader terus belajar untuk mengelola mood. Bahkan ia juga belajar legowo atas kesalahan yang pernah ia lakukan.

Salah satu cara yang ia lakukan untuk mengelola mood adalah pergi ke toko buku dan membaca buku-buku baru sehingga munculnya ide-ide baru. Seperti menambah jumlah tim, hingga membuat standarisasi pembuatan buku-buku hingga keputusan agar ia terjun langsung dalam projectnya. Dalam hal ini, BUKUIN AJA. Di mana, ia terlibat dalam proses proofing.

Dibalik semua kekecewaan yang telah terjadi, ia mulai melakukan banyak hal, seperti; menghubungi klien-klien yang kecewa via personal.

Di sini seorang leader bisa belajar bahwa, sebelum menyelesaikan masalah yang terjadi. Maka sebaiknya, perbaiki dulu mood sehingga akhirnya perasaan menjadi lebih bahagia, lebih baik hingga penyelesaian masalah menjadi lebih ringan.

Kemudian kembali pada motivasi dan tekad. Teh Indari menekankan bahwa, seorang leader pasti akan menemui berbagai kendala dan masalah. Maka seorang leader sebaiknya mampu membuat kebijakan-kebijakan baru sehingga jaringan Anda tidak terlunta-lunta dan bingung menentukan kemana arah jaringan yang telah dibentuk tersebut.

Motivasi dan tekad Anda sebagai leader memang harus sangat besar kemudian tidak mudah menyerah untuk mengembangkan jaringan pada bisnis yang Anda cintai.

Temukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, temukan solusi-solusi yang membuat Anda kembali berperan menjadi leader. Dan ini merupakan sebuah tantangan bagi semua leader.


Jangan berhenti untuk bergerak. Jangan berhenti untuk melakukan inovasi dan hal-hal baru. Walaupun belum tentu semuanya berjalan baik.


Tugas hari ke 7

  1. Hal apa yang bisa membuat mood Anda negatif?
  2. Bagaimana cara Anda mengubah mood negatif menjadi solusi positif
  3. Ceritakanlah sebuah pengalaman Anda mengeluarkan satu inovasi atau program kerja yang kemudian membuat Anda merasa gagal dan ingin menyerah? Lantas apa kebijakan yang Anda lakukan?
  4. Apa yang Anda lakukan saat menghadapi tantangan atau kesulitan besar dalam program kerja Anda?
  5. Apa alasan Anda tidak mau menyerah dalam mengembangkan jaringan Anda?